Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah memiliki satu tugas yang semenjak Indonesia merdeka masih terus diperjuangkan. Tugas itu adalah kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah, lanjutnya, tak inagin kemajuan, kemakmuran, maupun kesejahteraan untuk orang-perorang, sekelompok orang, ataupun satu golongan.
Tapi kemakmuran yang ingin kita wujudkan adalah kemakmuran bersama, kemakmuran yang berkeadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
“ Inilah tantangan besar yang kita hadapi. Dan sejak Indonesia merdeka sampai saat ini terus kita perjuangkan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Kebijakan Ekonomi Berkeadilan, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari laman Setkab, Rabu, 1 Februari 2017.
Menurut Jokowi, upaya mewujudkan kemakmuran bersama itu harus dilakukan dengan menjalankan tiga syarat pokok yaitu keberpihakan, usaha bersama dengan semangat persatuan dan semangat gotong royong.
Upaya mencapai kemakmuran berkeadilan juga harus bersifat inklusif, tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. “ Semua warga negara tanpa kecuali harus mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Presiden menambahkan, pada Desember 2016 lalu, dirinya telah memerintahkan Menko Perekonomian untuk mengkaji sebuah kebijakan komprehensif untuk mengatasi ketimpangan ekonomi sosial yang terjadi selama ini.
“ Meskipun kita tahu bahwa tingkat ketimpangan ekonomi dan sosial sejak 2015 mengalami perbaikan, kalau diukur dari gini ratio yang turun dari 0,41 menjadi 0,39. Namun, ketimpangan ini masih perlu kita usahakan agar menjadi lebih baik,” terang Presiden. (Sah)