Sektor Industri Meroket, Indeks Syariah Lolos dari Koreksi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 14 Januari 2020 16:55
Sektor Industri Meroket, Indeks Syariah Lolos dari Koreksi
Saham mana lagi yang jadi incaran investor?

Dream - Indeks syariah di bursa saham Indonesia kompak kembali ke jalur positif meski mengalami sesi perdagangan berat pada, Selasa, 14 Januari 2020. Sentimen positif dari meredanya isu negatif di bursa dunia membuat investor melancarkan aksi spekulasi di lantai bursa.

Turunnya harga minyak mentah dunia seiring meredanya eskalasi AS-Iran mendorong investor memantau saham-saham di sektor industri. Indeks sektor ini bergerak menguat di antara emiten-emiten lainnya. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan bergerak naik tipis 0,268 poin (0,14%) ke level 185,706. ISSI yang mengawali sesi jual beli saham dengan bergerak naik di 185,550, menjalani perdagangan hari ini cukup berat.

Fluktuasi yang cukup tinggi dari aksi jual beli investor membuat ISSI bergerak naik turun di zona merah hingga 10 menit jelang penutupan. ISSI sempat terjatuh ke level terendahnya di 185,022.

Sempat mengaut ke posisi tertinggi 185,803, aksi beli di menit terakhir perdagangan berhasil mendorong ISSI menutup sesi hari ini di zona hijau.

Kondisi yang sama terjadi pada dua indeks indeks keping biru syariah. Melemah hampir sepanjang sesi, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 2,491 poin (0,34%) ke level 696,508.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 naik 0,547 poin (0,24%) ke level 232,132.

Relatif amannya sentimen dari luar negeri mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 28,839 poin (0,46%) ke level 6.325,406.

1 dari 5 halaman

Sektor Industri Jadi Favorit

Sektor industri merajai perdagangan hari ini. Indeks industri aneka meroket 2,66 persen dan industri dasar 0,70 persen. Selain industri, investor juga melirik indeks sektor keuangan yang naik 1,13 persen.

Turunnya harga minya dunia membuat investor memiliki melepas saham di sektor pertambangan yang turun 0,84 persen. Namun pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan indeks sektor pertanian yang tumbang 1,14 persen. Koreksi juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BLTZ yang harga sahamnya naik Rp790, EMTK Rp375, ASII Rp250, INTP Rp225, dan MOLI Rp130.

Di sisi top losser, saham syariah yang mengalami koreksi tajam diantaranya AALI yang turun Rp500, GMTD Rp400, UNTR Rp350, TGKA Rp250, dan DIVA Rp110.

Bagaimana dengan pasar uang? Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini bergerak naik 28 poin (0,20%) ke level Rp13.700.

2 dari 5 halaman

Ada Investasi Jumbo UEA, Indeks Syariah dan Rupiah Kompak Menguat

Dream - Tensi konflik Amerika Serikat-Iran yang mulai berkurang serta posisi konsolidasi indeks setelah melewati fase turun membuat bursa saham Indonesia bergairah di penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin, 13 Januari 2020. 

Investor juga mendapatkan angin segar dari akan masuknya dana jumbo dari Uni Emirat Arab hingga ratusan triliun rupiah untuk berbagai proyek di Tanah Air.

Kabar baik dari dalam dan luar negeri ini turut membuat indeks ini bergairah mengawali perdagangan di awal pekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan naik tipis 0,338 poin (0,18%) ke level 185,434. ISSI dibuka menguat di level 185,509 saat sesi prapembukaan perdagangan dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 185,898.

Tekanan jual datang jelang penutupan sesi pertama. ISSI terpeleset ke zona merah dan bertahan di teritori negatif 10 menit jelang si kedua berakhir. Aksi jual di menit terakhir perdagangan mendorong ISSI menutup awal pekan dengan sedikit ceria.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mencoba bangkit dari sentimen perang AS-Iran dengan menguat 3,276 poin (0,47%) ke level 231,585.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 21,626 poin (0,34%) ke level 6.296,567.

3 dari 5 halaman

Saham Industri Aneka Meroket

Kabar Indonesia akan mendapatkan suntikan jumbo dari Uni Emirat Arab membuat investor mulai percaya diri untuk membeli saham. Ini membuat mayoritas saham menguat, terutama di sektor industri aneka sebesar 1,03 persen, barang konsumsi 0,85 persen, dan infrastruktur 0,70 persen.

Indeks industri dasar terkoreksi 1,38 persen, pertanian 1,02 persen, dan pertambangan 0,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya melesat Rp3.100, UNTR Rp800, BLTZ Rp750, ITMG Rp675, dan INTP Rp275.

Sebaliknya, harga saham BYAN melorot Rp350, CPIN Rp250, KINO Rp170, MIKA Rp140, dan EMTK Rp175.

Pada 16.33, kurs rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS turun 160 poin (1,18%) ke level Rp13.611 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Tergelincir Jelang Weekend

Dream - Indeks syariah ditutup melemah pada penutupan perdagangan jelang libur akhir pekan. Meski menguat di 35 menit awal perdagangan, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tak tahan melawan tekanan jual investor.

Laju indeks saham syariah ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis meski sempat bergerak melemah. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 10 Januari 2020. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset dengan koreksi tipis 0,051 poin (0,01 %) ke 185,096. Di sesi prapembukaan, ISSI dibuka menguat di level 185,516 dan bisa bertahan di zona hijau hingga setengah jam perdagangan.

 

 

Sempat menembus level tertinggi 185,747, ISSI mulai bergerak melemah saat tekanan jual mulai datang dari investor dengan level terendah di 184,802. Membawa harapan akan ditutup menguat jelang penutupan, aksi jual di menit terakhir kembali mendorong ISSI ditutup melemah.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini terguling 0,635 poin (0,09%) ke level 690,741. Sementara indeks JII70 ditutup melemah 0,039 poin (0,12%) ke level 230,897.

Berbeda dengan indeks syariah, IHSG berhasil bertahan menguat jelang penutupan perdagangan. Menguat tipis 0,448 poin (0,01%), IHSG bertahan di level 6.274,941.

5 dari 5 halaman

Investor Ragu Beli Saham

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Saham yang paling banyak dibeli adalah pertambangan sebesar 1,54 persen, perdagangan 0,54 persen, infrastuktur 0,18 persen, properti 0,17 persen, dan keuangan 0,01 persen.

Indeks industri dasar melemah 0,70 persen, pertanian 0,59 persen, manufaktur 0,46 persen, industri aneka 0,39 persen, dan barang konsumsi 0,32 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SONA yang harga sahamnya meroket Rp1.500, UNTR Rp925, ITMG Rp850, GMTD Rp300, dan KINO Rp290.

Sebaliknya, saham INTP terkoreksi Rp375, JECC Rp350, EMTK Rp325, FASW Rp200, dan AALI Rp175.

Dari pasar uang, dolar kembali menguat. Pada 16.29, kurs dolar AS terhadap rupiah naik 133 poin (0,96%) ke level Rp13.833 per dolar AS.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian