Investor Dibuat Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 30 Maret 2020 17:20
Investor Dibuat Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali Tiarap
Rupiah pun kembali terpukul

Dream - Bursa saham Indonesia anjlok lagi setelah dua hari terakhir naik signifikan. Sentimen dari pelemahan tajar bursa efek di kawasan Asia kembali membuat investor cemas untuk terjun ke lantai bursa.

Investor di Asia dan dunia kembali mencemaskan penyebaran wabah corona yang kemungkinan masih akan meningkat. Paket stimulus yang sudah digelontorkan berbagai pemerintahan di dunia ternyata hanya bisa menenangkan pemodal dalam beberapa hari saja. 

Tanda-tanda pelemahan indeks saham di Bursa Efek Indonesia, Senin, 30 Maret 2020 sudah terlihat dari awal perdagangan. Sejumlah indeks acuan langsung tersungkur saat perdagangan baru dimulai. 

Pelemahan tajam juga melanda tiga indeks acuan saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini langsung mengalami koreksi dalam setelah terpangkas 3,593 poin (2,72%) ke level 128,696.

ISSI memulai sesi perdagangan dengan melemah ke level 132,289 saat sesi prapembukaan perdagangan. Kondisi tak berubah saat bel perdagangan dibunyikan. ISSI kembali turun ke level 129,35. Puncak pelemahan tertinggi ISSI di awal pekan ini terjadi di level 125,849.

Koreksi lebih tajam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), sore ini ditutup melemah 17,614 poin (3,77%) ke level 449,848. Sementara indeks JII70 melorot 5,744 poin (3,71%) ke level 149,837.

Menjauhnya investor dari lantai bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. IHSG kembali rontok 131,071 poin (2,88%) ke level 4.414,500.

1 dari 5 halaman

Semua Indeks Syariah Terbakar

Semua indeks sektoral kompak melemah. Koreksi terdalam terjadi di sektor industri aneka, industri dasar, dan manufaktur. Indeks industri aneka melemah 5,45 persen, industri dasar 4,79 persen, dan manufaktur 4,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah EPMT yang harga sahamnya menanjak Rp320, PRDA Rp220, POLL Rp200, dan PDES Rp120.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.074, INTP Rp925, ITMG Rp550, INDF Rp450, dan UNVR Rp375.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Pada 16.48, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 138 poin (0,85%) ke level Rp16.300 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Sedang Bersemangat, Indeks Syariah Menanjak Lagi Sambut Akhir Pekan

Dream - Indeks syariah kembali bergerak menguat pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat 27 Maret 2020. Sentimen positif dari bursa regional yang menyambut positif stimulus pencegahan dampak corona dunia mendorong investor melakukan aksi beli.

Penguatan indeks juga dipicu Wall Street yang ditutup menghijau setelah data angka pengangguran di Amerika Serikat dirilis.

Dari dalam negeri, investor terpikat untiuk melancarkan aksi beli setelah melihat sejumlah emiten melakukan aksi beli balik (buyback) saham di masa darurat. 

 

 © Dream

 

Sentimen positif dari dalam dan luar negeri turut mendorong bursa saham syariah di pasar modal Indonesia ditutup menguat. Penguatan indeks bluechips syariah bahkan melewati angka 5 persen. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan naik 5,814 poin (4,59%) ke level 132,289. ISSI terus mendaki setelah dibuka di level 126,475 dan sempat menduduki posisi tertinggi di 136,349.

Kenaikan lebih tinggi kembali diukut dua indeks bluechip syariah. Jakarta Islamic Index(JII), sore ini menanjak 23,144 poin (5,21%) ke level 467,462.

Indeks JII70 juga bertambah 7,642 poin (5,16%) ke level 155,611.

Dengan kembalinya aksi beli investor, lantai bursa hari ini kembali ceria. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 206,667 poin (4,76%) ke level 4.545,571.

3 dari 5 halaman

Sektor Industri Menguat

Sektor industri memimpin penguatan. Indeks industri aneka meroket 10,04 persen, properti 7,85 persen, dan industri dasar 6,31 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang naik Rp1.000, INTP Rp950, INDF Rp825, CPIN Rp700, dan TCID Rp675.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Ro625, TPIA Rp400, MAPA Rp160, BAYU Rp75, dan BIRD Rp75. 

Pada 16.11, rupiah menekan dolar AS. Kurs dolar AS turun 238 poin (1,48%) ke level Rp16.067 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

IHSG Lompat Double Digit, Indeks Syariah Ikut Melayang

Dream - Usai rehat satu hari karena libur Hari Nyepi, kecemasan investor terhadap isu wabah virus corona, Covid-19 untuk sementara mereda. Langkah cepat sejumlah negara mengucurkan stimulus memberi ketenangan bagi pelaku pasar. 

Dalam dua hari terakhir, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah juga semakin menjinak. Meski masih di atas level Rp16.000, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini mencatat rupiah naik lagi 158 poin menjadi Rp16.328.  

Sejumlah sentimen positif itu membuat investor kembali berani melantai di Bursa Efek Indonesi (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini, Kamis, 26 Maret 2020, bahkan menguat double digit.

IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melompat 401,272 poin (10,19%) ke level 4.338,904.

 

 © Dream

 

Aksi beli investor ini turut membuat tiga indeks acuan saham syariah juga ikut melambung. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 10,529 poin (9,08%) ke level 126,475.

Sentimen aksi buyback sejumlah emiten menarik minat pelaku pasar untuk kembali membeli saham-saham yang sudah turun tajam. Sejak dibuka di level 115,946, ISSI terus menanjak dan bertengger di level tertinggi 127,225. ISSI sempat tergelincir di 115,482.

Kenaikan double digit juga diukir dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup meroket 50,455 poin (12,81%) ke level 444,318.

Sementara indeks syariah paling bungsu, indeks JII70 melesat 16,246 poin (12,33%) ke level 147,669.

5 dari 5 halaman

Investor Mulai Gencar Beli Saham

Sentimen positif ini membuat investor makin pede melantai di bursa. Indeks sektoral tumbuh double digit. Indeks sektor barang konsumsi melesat 12,99 persen, keuangan 12,96 perse, dan infrastruktur 11,43 persen,

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga saham meningkat Rp2.050, ICBP Rp1.200, GMTD Rp1.125, UNVR Rp1.100, dan UNTR Rp1.050.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TCID yang harga sahamnya melorot Rp650, MAPA Rp180, EPMT Rp140, NFCX Rp120, dan BUKK Rp85.

Pada 16.30, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs dolar AS melemah 200 poin (1,23%) ke level Rp16.300.(Sah)

Beri Komentar