Saham Komoditas Rontok, Indeks Syariah Berguguran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 9 Mei 2017 16:52
Saham Komoditas Rontok, Indeks Syariah Berguguran
Hampir semua indeks sektoral `membara` pada penutupan perdagangan hari ini.

Dream - Indeks syariah turun tajam bersamaan dengan penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa 9 Mei 2017. Semua indeks sektoral nyaris terkoreksi dipimpin emiten-emiten komoditas.

Laju bursa saham Indonesia semakin lemah setelah asing kembali menurunkan porsi beli saham mereka. Meski masih mencatat nett buy, nilai beli bersih asing berkurang hampir separuhnya. 

Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia  (ISSI), melemah 0,787 poin (0,43%) ke level 182,630. Begitu pula dengan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun 3,497 poin (0,48%) ke level 728,329.

Transaksi perdagangan saham syariah memang semarak di hari penetapan vonis Basuki T Purnama ini. Dengan 121 juta yang berpindahtangan, total nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp4,54 triliun.

Pemodal asing memang masih mencatatkan net buy pada saham-saham syariah. Asing melakukan beli bersih pada saham syariah sebesar Rp 269 miliar, turun separuhnya dari hari sebelumnya senilai Rp 534 miliar. 

Selama perdagangan, hampir semua indeks sektoral " kebakaran" . Sektor pertambangan anjlok paling dialam hingga 2,42 persen disusul pertanian 1,09 persen.

Tiga indeks sektoral berhasil menguat yaitu indeks barang konsumsi naik 0,92 persen, perdagangan 0,33 persen, dan manufaktur 0,25 persen. Namun ketiganya tak mampu menahan laju pelemahan perdagangan.

Aksi beli investor hanya bisa mengangkat 69 emiten syariah melaju di zona positif, atau kurang dari setengah saham ISSI yang bergerak turun sebanyak 141 emiten. 

Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp200, KLBF Rp35, ICBP Rp25, INDF Rp25, dan SILO Rp25.

Sebaliknya, emiten-emiten keping biru syariah top loser yang menjadi favorit investor adalah LPPF yang harganya turun Rp675, UNTR Rp400, PTBA Rp275, AKRA Rp125, dan ASII Rp100.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 39 poin (0,29%) ke level Rp13.334 per dolar AS.(Sah)

 

Beri Komentar