Seleksi CPNS, Ini yang Paling Banyak Dikeluhkan Pelamar

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 2 Agustus 2017 10:44
Seleksi CPNS, Ini yang Paling Banyak Dikeluhkan Pelamar
Sebanyak 5400 pelamar mendaftar online di hari pertama pendaftaran seleksi CPNS 2017

Dream - Baru satu hari dibuka, pendaftar online seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 di Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung CPNS 2017 sudah mencapai 5400 pelamar. Jumlah tersebut berasal dari data yang diperoleh hingga Selasa, 1 Agustus 2017 pukul 15.00 WIB.

" Sekitar 3961 sudah melengkapi alias mengunggah data dengan lengkap," ujar Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan Iwan seperti dikutip dari laman Menpan.go.id, Rabu, 2 Agustus 2017.

Selain disesaki ribuan pelamar, proses pendaftaran online pada hari pertama kemarin juga diwarnai dengan berbagai keluhan yang disampaikan melalui sejumlah akun media sosial milik Kementerian PANRB. Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, tercatat lebih dari 300 keluhan yang masuk melaui medsos.

Sebagian besar keluhan yang disampaikan terkait dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdaftar atau tidak ada datanya. Ada pula yang mengeluhkan NIK tidak keluar nomornya walaupun sudah melakukan pendaftaran online.

Untuk diketahui, dalam proses pendaftaran online seleksi CPNS kali ini pelamar diwajibkan menggunakan NIK yang sesuai dengan NIK dalam Kartu Keluarga.

Menghadapi keluhan tersebut, Ridwan mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Dari hasil penelusuran, pihak Dukcapil ternyata hanya bisa menerima satu juta permintaan per hari.

" Kami tengah memastikan lagi apakah itu hanya Dukcapil pada sscn atau Dukcapil seluruh Indonesia. Yang jelas satu hari Dukcapil hanya bisa menerima satu juta permintaan," jelasnya .

Terkait kemampuan laman sscn.bkn.go.id dalam menerima banjirnya pendaftar, Ridwan memastikan laman tersebut dapat diakses dengan baik dan tak sempat mengalami kesulitan diakses (down). " Web pendaftaran alhamdulillah lancar, meskipun website resmi BKN sempat down. Tapi kesimpulan secara keseluruhan alhamdulillah baik, dan 80 persen hanya terkendala NIK," imbuhnya lagi.

Beri Komentar