Indeks Syariah Susah Menanjak Dikepung Sentimen Negatif

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Desember 2018 16:45
Indeks Syariah Susah Menanjak Dikepung Sentimen Negatif
Rupiah dan IHSG tiarap.

Dream - Keraguan pelaku pasar terhadap penangguhan " gencatan senjata" AS-Tiongkok masih menjadi sentimen negatif bagi pasar modal syariah Indonesia. Sentimen buruk ini juga berdampak kepada rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Tekanan dari global itu tak bisa ditahan pelaku pasar yang belum kunjung mendapat angin positif dari dalam negeri. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 6 Desember 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali merosot 0,829 poin (0,46%) ke level 180,164. ISSI dibuka melemah di level 180,030.

Laju ISSI masih belum berubah dari perdagangan kemarin. ISSI yang mendekam seharian di zona merah, hany bisa sempat menebus level tertinggi di 181,225 dan terseret ke titik terendah di 179.454.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terpangkas 2,224 poin (0,33%) ke level 673,628. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 1,032 poin (0,46%) ke level 223,856.

IHSG terkoreksi 17,627 poin (0,29%) ke level 6.115,493.

1 dari 2 halaman

Sektor Industri Aneka dan Pertanian `Nyungsep`

Mayoritas saham sektoral melemah. Saham industri aneka tergerus paling dalam hingga 2,39 persen. Disusul pertanian yang melemah 1,32 persen dan properti 1,3 persen.

Penguatan indeks sektoral terjadi pada barang konsumsi yang naik 0,41 persen, industri dasar 0,25 persen, dan pertambangan 0,04 persen. Penguatan ini tak cukup kuat untuk menghadang laju pelemahan indeks syariah

Investor lebih suka bermain saham UNVR, MAPA, INTP, ITMG, dan PTBA. Kelima harga saham ini terangkat masing-masing Rp450, Rp300, Rp200, Rp200, dan Rp130.

Sebaliknya, harga saham UNTR merosot Rp800, MERK Rp300, SSCO Rp300, ASII Rp225, dan INDR Rp225.

2 dari 2 halaman

Dolar AS Kembali Lagi ke Rp14.500

Sentimen ini juga memukul rupiah. Pada pukul 16.13, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 101 poin (0,69%) ke level Rp14.503 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah ini tertinggi di kawasan regional.

Penguatan dolar terhadap won sebesar 7 poin (0,62%) ke level 1.120 won dan dolar AS terhadap dolar Singapura 0,371 poin (27,06%) ke level 1.371 dolar AS

Beri Komentar