Rupiah Mulai Loyo, Indeks Syariah Masih Nikmati Sentimen AS-Tiongkok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Desember 2018 16:57
Rupiah Mulai Loyo, Indeks Syariah Masih Nikmati Sentimen AS-Tiongkok
Indeks syariah dan IHSG ramai-ramai menghijau.

Dream - Sentimen perdamaian perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok masih terasa di pasar modal Indonesia dan dunia. Memanfaatkan momentum tersebut, pelaku pasar mencoba melakukan aksi beli selektif pada saham-saham yang mengalami koreksi harga.

Adanya aksi buyback saham investor membuat tiga indeks syariah juga ikut terdorong menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 4 Desember 2018.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih cukup tenang melaju di level 6.100.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menutup perdagangan dengan mengaut 0,9333 poin (0,52%) ke level 181,391. Saham-saham syariah yang didominasi penguatan membuat ISSI terus melambung setelah dibuka di level 180,610. 

ISSI sempat bertengger di level tertinggi 181,391.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami kenaikan usai mengaut 5,460 poin (0,81%) ke level 678,361.

Sementara indeks JII70 menanjak 1,414 poin (0,63%) ke level 678,361.

IHSG hari ini bergerak menguat 34,540 poin (0,57%) ke level 6.152,86.

1 dari 1 halaman

Saham Industri Dasar dan Manufaktur Meroket

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor doyan bermain saham di sektor industri dasar dan infrastruktur yang mendorong indeks keduanya melesat 1,66 persen dan 1,63 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian terkoreksi 1,01 persen, industri aneka 0,53 persen, dan properti 0,28 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp1.275, UNTR Rp1.225, INDR Rp950, ITMG Rp425, dan MAPA Rp310.

Saham AALI melemah Rp325, INTP Rp325, IBST Rp300, TCID Rp200, dan DIGI Rp150.

Dari pasar uang, rupiah malah melemah. Pada pukul 16.28, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 42 poin (0,29%) ke level Rp14.286 per dolar AS.

Beri Komentar