Sepotong Kenangan Anies Baswedan dan Vespa Sprint Sang Ayah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 September 2018 14:30
Sepotong Kenangan Anies Baswedan dan Vespa Sprint Sang Ayah
Dia menyebut Vespa Sprint milik ayahnya punya segudang cerita.

Dream – Setelah beberapa hari mengaspal dengan motor gede Kawasaki Versys, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali pada kuda besi kesayangannya. Mantan menteri pendidikan ini kembali menunggangi motor Vespa lawas, Sprint 1968. 

Momen Anies bersama motor kesayangan itu terlihat dari unggahannya yang tengah mengendarai vespa itu sambil mengenakan jaket " Asian Para Games 2018" dan membonceng sang anak.

Di foto itu, Anies menuliskan kenangan di balik Vespa berusia setengah abad ini.

“ Vespa Sprint 1968 warna silver. Itulah kendaraan keluarga kami sejak dulu,” tulis Anies di akun Instagramnya, @aniesbaswedan, dikutip Dream, Kamis 27 September 2018.

Di tulisannya, Anies menceritakan jika sang ayah membeli motor bekas Vespa Sprint sekitar tahun 1974. Sebelum punya sepeda motor, Anies biasanya naik sepeda ontel ke kampus di Yogyakarta untuk mengajar.

Vespa inilah menjadi kendaraan bermotor pertama di keluarga Anies dan menjadi kendaraan sehari-hari, saat bekerja sebagai dekan.

Anies Baswedan mengendarai Vespa Sprint milik sang ayah.

Anies berhak memiliki vespa warisan ini saat duduk di bangku SMA. Sang ayah melungsurkan Vespa Sprint yang kelak menjadi pendamping setianya saat aktif di dunia pergerakan mahasiswa.

Bagi Anies, Vespa Sprint ini sangat spesial karena tersimpan banyak cerita di dalamnya. Terutama tentang sosok sang ayah. 

Yang paling berkesan adalah saat masih kecil, dia sering diajak naik motor dengan ayah dan ibu. Sang ayah pegang kemudi, ibu dibonceng, dan dia berdiri di bagian depan antara ayah dan kemudi.

Anies juga mengenang sang ayah sering memintanya untuk menutup mata ketika melewati Jalan Kaliurang pada sore hari, terutama menjelang magrib. Jalanan itu masih sepi dan minim pencahayaan.

1 dari 3 halaman

Selalu Diminta Tutup Mata

“ Ayah selalu ingatkan untuk tutup mata karena banyak serangga ‘samber mata’. Kelilipan mata itu memang pedih di mata,” tulis Anies.

Kini, kebiasaan sang ayah berkeliling dengan Vespa diturunkan pada putrany. Anies sering membonceng anaknya, Ismail, untuk jalan-jalan atau sekadar mengantarnya ke sekolah.

“ Alhamdulillah, kebiasaan naik Vespa yang dilakukan ayah juga saya teruskan,” tulis dia.

Berusia sekitar 50 tahun, sepeda motor ini bukan sekadar kendaraan tua dan antik. Vespa Sprint ini telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan keluarga Anies.

“ Usianya memang panjang, tapi manfaatnya terus hingga kini. Apakah teman-teman punya kendaraan warisan orang tua yang terus dirawat dan digunakan hingga sekarang?” tulis dia.

2 dari 3 halaman

Warganet: Jadi Teringat Ayah

Kenangan Anies terhadap Vespa “ warisan” ayah membuat wargsanet sendu. Mereka teringat dengan sang ayah, terutama pengalaman ketika dibonceng ayahnya.

“ Jadi teringat bapak saya di kampung, Pak @aniesbaswedan. Semoga bapak saya selalu dalam lindungan Allah,” tulis @widiyanti_santi.

“ Kalau saya sekolah SD, dibonceng bapak yang notabene jadi guru SD waktu itu pakai sepeda onthel. Tahun 89-94. Benar-benar cerita dan pengalaman masa kecil yang tidak akan dialami oleh anak sekarang,” tulis @yuliemahanani.

“ Ayah saya suka vespa. Saya dibikinkan kursi kecil yang ditaruh di depan. Jadi, nggak pegel berdiri. Tapi, kalau diwariskan, nggak,” tulis @habib.hafdyanti.fashion.(Sah)

3 dari 3 halaman

Ini Foto-fotonya

Berikut ini adalah foto-foto Anies ketika membonceng anaknya dengan Vespa sang ayah.

 

      View this post on Instagram

Vespa Sprint Tahun 1968 warna Silver. Itulah kendaraan keluarga kami sejak dulu. . Vespa ini dibeli bekas oleh ayah sekitar tahun 1974. Sebelum punya Vespa, ayah kalau ke kampus utk mengajar di Yogya selalu naik “ sepeda onthel“ . Vespa ini jadi kendaraan bermotor pertama keluarga kami. Dan kemudian ayah sehari-hari menggunakannya, termasuk saat bekerja sebagai Dekan. . Ketika duduk di bangku SMA, vespa ini dilungsurkan ke saya dan vespa ini pula yang mendampingi selama aktif di dunia pegerakan mahasiswa. . Alhamdulillah, hingga kini masih digunakan dan dirawat dengan rutin, dengan mesin yang masih relatif halus dan kendali yang stabil. . Vespa ini spesial. Ini menyimpan banyak cerita, terlebih tentang Ayah. Salah satu yang paling berkesan adalah saat masih kecil kerap diajak naik motor vespa dengan Ayah dan Ibu. Ayah pegang kemudi, ibu dibonceng dan saya berdiri di bagian depan (antara ayah dan kemudi). . Ada yang unik. Jika melewati Jalan Kaliurang di sore hari, biasanya menjelang maghrib, yang waktu masih sepi dan minim pencahayaan, Ayah selalu ingatkan untuk tutup mata karena banyak serangga “ samber mata” .... kelilipan samber mata itu memang pedih di mata :). . Alhamdulillah, kebiasaan naik vespa yang dilakukan ayah juga saya teruskan, kini saya kerap membonceng Ismail untuk jalan-jalan atau sekedar mengantarnya sekolah, menggunakan Vespa Sprint peninggalan ayah. . Vespa usia 50 tahun ini, bukan sekadar kendaraan tua dan antik. Ia bagian dari perjalanan sejarah keluarga. Usianya memang panjang, tapi manfaatnya terus hingga kini. . Apakah teman-teman punya kendaraan warisan orang tua yang terus dirawat dan digunakan hingga sekarang?

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Beri Komentar