7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun lebih membuat perekonomian nyaris lumpuh. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang masih mengandalkan sistem penjualan offline menjadi salah satu yang paling terdampak.
Padahal, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM di Indonesia memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Sektor ini berkontribusi hingga 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
Karena itulah dukungan dari berbagai pihak untuk memberikan beragam edukasi tentang hal-hal yang dapat menjudi kunci pendorong pertumbuhan UMKM.
“ Sinergi, digitalisasi, dan globalisasi adalah tiga kunci untuk membangkitkan UMKM menjadi kekayaan nasional dan pendorong ekonomi secara global,” jelas Gubernur BI, Perry Warjiyo, pada keterangan tertulis yang diterima Dream.
Pada kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia, sinergi dilakukan secara erat antara 13 Kementerian/Lembaga, 5 asosiasi, dan 26 industri.
Kegiatan yang dari kementrian, asosiasi dan industri ini tentunya untuk mendukung dan memotivasi UMKM agar secara kontinu menghasilkan terobosan yang adaptif, kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai selera konsumen, berorientasi ekspor, dan memanfaatkan platform digital.
UMKM dapat berkonsultasi melalui BI UMKM Lounge yang merupakan sinergi BI dengan Kementerian yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian BUMN, dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta dengan industri.
Pada kegiatan ini, UMKM dapat berkonsultasi mengenai berbagai hal untuk mengembangkan usahanya, seperti kurasi produk UMKM, akses ekspor, konsultasi desain, merek, kemasan dan Hak Kekayaan Intelektual.

Digitalisasi sebagai cara yang efektif dan efisien untuk mengintegrasikan UMKM dalam Ekonomi Keuangan Digital Nasional.
“ Selain itu, digitalisasi juga dapat dimanfaatkan untuk merancang desain produk UMKM. BI melakukan digitalisasi SP melalui QRIS dan BIFAST agar transaksi UMKM menjadi lebih cepat, mudah, aman dan handal,” tambah Perry.
UMKM juga akan diajarkan melakukan pencatatan transaksi keuangan, akses pembiayaan, perlindungan konsumen, serta konsultasi dan pendaftaran QRIS dan konsultasi terkait instrumen sistem pembayaran lainnya seperti SNAP, BI-FAST, dan Bliss.

Globalisasi tentu meningkatkan taraf kehidupan UMKM, karena dengan kemudahan penggunaan teknologi maka penjualan terbuka semakin luas dari berbagai negara.
“ KKI menampilkan produk unggulan berkualitas ekspor dengan harga produsen. Silahkan memborong produk UMKM dengan rasa bangga menggunakan produk Indonesia dengan menggunakan pembayaran digital,” tambah Perry.
Di samping pameran dengan lebih dari 200 UMKM hadir secara fisik dan 500 UMKM melalui website KKI berkualitas ekspor dari seluruh nusantara yang menawarkan produk terkurasi seperti kain wastra, pakaian jadi, kerajinan (jam tangan, ukiran, vas bunga), camilan, dan kopi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?