Sosialita Palsu Anna Sorokin, Kisah Kelam Film ‘Inventing Anna’

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 24 Oktober 2022 21:03
Sosialita Palsu Anna Sorokin,  Kisah Kelam Film ‘Inventing Anna’
Film ini merupakan kisah nyata Anna.

Dream – 11 Februari 2022. Layanan video streaming terbesar di dunia, Netflix, meluncurkan miniseri film drama serial terbarunya berjudul “ Inventing Anna” di salurannya.  

Pada empat hari pertama tayang, menurut laporan, 1,6 juta rumah di Amerika Serikat menonton film serial yang merupakan kisah nyata Anna Sorokin atau Anna Delvey itu. Film yang bercerita tentang trik penipuan Anna ini tak pelak telah memikat penonton Netflix.  

Serial terbatas yang dibintangi Julia Garner ini menceritakan kisah nyata  penipu Anna Sorokin, yang menyamar sebagai anak orang kaya penerima warisan ratusan miliar rupiah di Jerman bernama Anna Delvey saat tinggal di kota New York, Amerika Serikat.

Selain menipu banyak sosialita kaya, Sorokin juga menipu beberapa bank dan hotel terkemuka selama tinggal di kota itu.

Film ini didasarkan dari sebuah artikel di majalah New York Magazine yang terbit dua  mingguan di New York, berjudul “ How Anna  Delvey Tricked New York's Party People” atau " Bagaimana Anna  Delvey Menipu Orang-Orang New York Penyuka Pesta." Tulisan itu dibuat oleh oleh Jessica Pressler.

Film ini memang memikat sejak awal sampai hari. Terdiri dari sembilan episode, rata-rata setiap film berdurasi satu jam.

Karena isinya menarik, penonton seperti diajak untuk tak lepas dari tayangan ini. Meski pada akhirnya setiap penonton bisa menghabiskan waktu 2-3 hari karena durasi film ini secara keseluruhan mencapai 9 jam lebih.

Lalu, apa yang diceritakan dalam film ‘Inventing Anna’?

***

Kisah ini dimulai dari cerita Vivian, pengganti sosok Jessica Pressler. seorang reporter wanita sebuah majalah mingguan yang tengah hamil, saat hadir di persidangan kota New York. Ia saat itu menyaksikan saat Anna Delvey disidang untuk pertama kalinya karena kasus penipuannya.

Pengacaranya, Todd Spodek, meminta hakim agar kliennya tidak usah ditahan dan cukup membayar jaminan, Namun permintaan itu ditolak jaksa karena rekam jejak Anna Delvey yang pernah kabur dari sidang, Jaksa meminta Anna ditahan agar menghindari dia untuk kabur.
Hakim setuju dengan permintaan jaksa. Hakim menolak permintaan pengacara. Hakim memutuskan Anna ditahan. Anna  ditahan di Pulau Rikers.

Pulau Rikers adalah pulau seluas 167,20 hektar di East River antara Queens dan Bronx yang berisi kompleks penjara utama Kota New York. Pulau ini secara politis bagian dari Bronx, meskipun akses jembatan dari Queens.

Pulau ini adalah rumah bagi salah satu lembaga pemasyarakatan dan lembaga mental terbesar di dunia, dan telah digambarkan sebagai penjara paling terkenal di New York. Kompleks tersebut, yang dioperasikan oleh Departemen Pemasyarakatan Kota New York, memiliki anggaran sebesar U$ 860 juta atau Rp 13,3 triliun per tahun, terdiri dari ribuan staf yang terdiri dari 9.000 petugas dan 1.500 warga sipil yang mengelola 100.000 penerimaan narapidana per tahun dengan rata-rata populasi harian 10.000 narapidana.

Mayoritas  atau 85% tahanan adalah terdakwa praperadilan, baik yang ditahan dengan jaminan atau ditahan. Penghuni lainnya telah dihukum dan hanya menjalani hukuman singkat. Menurut analisis tahun 2021 oleh Pengawas Keuangan Kota New York, kota itu menghabiskan biaya sekitar U$ 556.539 atau Rp 8,6 miliar untuk menahan satu orang selama satu tahun di Pulau Rikers.

Saat tahu Anna ditahan, Vivian segera tahu bahwa ini berita besar. Dan belum ada media yang memuatnya secara detail. Jadi dia bermaksud mewawancarai Anna untuk sebuah liputan eksklusif majalahnya.  

Ia pun mencoba mendekati pengacara Anna, Todd Spanek. Namun Todd menolak mentah-mentah. Todd keberatan Anna diwawancara oleh media.

Mentok di pengacara, tak membuat Vivian putus asa. Ia lalu mengirim surat ke Anna Delvey di  Pulau Rikers. Ia mengajukan permohonan wawancara seraya mencantumkan nomer ponselnya di bagian bawah surat itu.

Di kantor, Vivian harus bersitegang dengan editornya. Karena dia sebenarnya disuruh untuk menggarap gerakan Mee Too wanita yang bekerja di Wall Street. Tapi menurut Vivian liputan itu liputan biasa, dan tidak menantang. Sebagai gantinya dia minta ditugaskan untuk mengarap cerita tentang Anna Delvey, yang dipenjara karena tuduhan menipu sosialita kaya kota New York, bank dan hotel-hotel mewah kota itu.

Akhirnya, pemimpin redaksi tempat majalah Vivian bekerja setuju. Dia diberi waktu dua minggu untuk menggarap berita itu. Itu pun Vivian harus memastikan bahwa Anna bersedia diwawancara. Vivian yang tengah hamil itu tampak senang. Separuh bebannya terangkat.

Vivian memang bukan figur reporter favorit. Masa lalunya bahkan pernah cacat. Tapi itu semua karena kesalahan editor, yang sekarang menjadi editornya kembali di majalah itu. Tapi dia yang disalahkan.

Akhirnya  di kantor dia dipindahkan ke meja Siberian.

Jessica Pressler asli dan tokoh Vivian dalam Inventing Anna

(Jessica Pressler asli dan tokoh Vivian dalam Inventing Anna/Yahoo)

Siberian adalah plesetan Vivian untuk memperhalus pembuangannya. Siberian adalah sebuah daerah di Uni Sovyet tempat mereka melemparkan jutaan orang buangan ke sana. Di meja pembuangan Siberian tempat Vivian duduk, memang hanya berisi tiga wartawan tua menjelang pensiun.

Tapi ada keuntungan duduk di meja Siberian bagi Vivian. Sebab, ketiga wartawan tua, seorang wanita dan dua orang pria, sudah punya jam terbang tinggi di jurnalistik dan pengalaman mumpuni.

Sehingga mereka antusias dengan rencana Vivian mewawancarai Anna. Dengan pengalaman mereka, mereka membantu Vivian untuk melakukan riset. Baik dari foto-foto di Instagram Anna Delvey untuk melihat teman-teman Anna dan lingkaran sosialita kaya, atau dokumen lain.
Dari situ mereka mulai bisa melacak teman-teman Anna dan lingkaran sosialita yang berada di lingkaran Anna.

Dari penelusuran foto Instagram Anna ini pula mereka mulai mengidentifikasi lingkaran inti Anna untuk diwawancarai.

***

Suatu hari saat di rumah, Vivian menerima telepon dari nomor tak dikenal.  Ternyata itu nomer telepon dari penjara Pulau Rikers yang menanyakan apakah penerima telepon mau menerima telepon dengan biaya ditanggung penerima.

Sadar yang menghubunginya adalah Anna, Vivian langsung mengiyakan. Itulah perbincangan pertamanya dengan Anna. Mereka pun berjanji bertemu di Pulau Rikers.

Dalam kondisi hamil beberapa bulan, dengan susah payah Vivian datang ke Pulau Rikers yang terhitung ketat penjagaannya dengan bus. Ia tidak datang sebagai reporter biasa, tapi sebagai pengunjung biasa.

Mereka punbertemu. Anna setuju diwawancarai. Namun tak banyak memberikan detail tentang perbuatannya. Ini membuat Vivian harus memutar otak.

Akhirnya berkat Instagram Anna yang belum dihapus, dan dibantu tiga wartawan buangan penghuni meja Siberian, Anna mulai berhasil memetakan lingkaran inti Anna. Dia pun mulai  berencana mewawancarai mereka.

Vivian terkejut karena permohonan wawancaranya dengan wanita sosilita kaya terkenal Amerika yang mengenal Anna disetujui. Akhirnya dengan mobil sewaan yang dikemudikan suaminya, dia datang ke rumah mewah berisi puluhan kamar sosialita kaya berharga ratusan miliar itu.

Dari situ, dia mulai mewawancara. Wanita sosialita kaya itu mengaku kenal Anna di sebuah pameran seni. Di situ dia kagum dengan wawasan luas Anna tentang seni. Mereka pun berkawan.

Dari sosilita itu pula Vivan baru tahu Anna sempat memiliki kekasih bernama Chase, seorang pendiri perusahaan rintisan atau start up Wake. Semacam start up yang mengidentifikasi mimpi dan alam bawah sadar orang biasa.

Sosialita itu mengaku perjumpaan keduanya terjadi di kapal pesiar milik kawannya seorang investor kaya. Tiba-tiba Anna muncul dengan Chase di kapal pesiar itu.

Rupanya Chase tengah mengincar sang investor agar mau menanamkan modal ke usaha rintasannya di Wake. Awalnya upaya Chase gagal. Sang investor tak tertarik.

Lalu Anna yang maju. Ia mencoba meyakinkan sang investor kaya. Akhirnya investor itu bersedia menanam modal sebesar U$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar ke usaha rintisan Chase. Misi Anna dan Chase berhasil.

Tapi yang membuat wanita sosialita kaya itu kesal, karena ternyata Anna dan Chase tetap tinggal di kapal pesiar itu beberapa hari kemudian. Padahal  harga layanan per hari kapal pesiar itu tak murah. Bisa ratusan juta per hari. Sementara Anna dan Chase tetap di kapal pesiar sementara semua tamu dan pemiliknya sudah pergi beberapa hari sebelumnya.

Anna dan Chase berleha-leha di kapal pesiar

(Anna dan Chase berleha-leha di kapal pesiar/Bloomberg)

Wanita sosialita kaya itu pun menelepon Anna. Memarahinya dan menyuruhnya segera turun dari kapal pesiar. Ia merasa malu karena dialah yang memperkenalkan Anna dengan sang pemilik kapal, sang investor kaya. “ Dari situ saya tidak pernah berhubungan lagi,” ujar sosialita kaya itu.

Dari Instagram Anna juga, Vivian melacak seorang perancang busana pria kenalanan Anna. Dari dia pula dia mendapat cerita hubungan rumit antara Anna dan Chase. Pasangan ini menghabiskan biaya tak sedikit untuk gaya hidup mewah mereka. Tinggal di hotel mewah dan berbelanja barang-barang mahal. Dan belakangan dia tahu semua pengeluaran dibayar oleh kartu kredit Chase.

Chase juga yang meminta perancang busana ini untuk mengintip paspor Anna untuk mengetahui apakah nama aslinya memang Anna Delvey, seperti biasa dia dipanggil, atau ada nama lain. Perancang busana itu pun pada satu kesempatan melihat paspor Anna. Dari situ jelas nama aslinya bukan Anna Delvey melainkan Anna Sorokin.

Dari perancang busana itu dia juga tahu Anna selama di New York menginap di rumah Nora, seorang wanita sosialita kaya dan menjadi ketua beberapa lembaga amal.

Belakangan dari Nora pula Vivian tahu bahwa kartu kredit Nora pernah dipakai Anna untuk berbelanja barang-barang mewah. Ia kaget saat tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 600 juta. Ia pun memutus hubungan dengan Anna.

Hubungan Anna dan Chase juga menjauh setelah mendadak Chase menghilang. Mengaku pergi ke Berlin untuk semua pameran, ternyata Chase menghilang dan susah dihubungi.

Anna pun bertemu Chase di kediaman orang tua angkatnya. Dari situ pula Anna tahu Chase adalah seorang penipu. Ia mengambil uang banyak investor untuk start up-nya Wake. Tapi usaha rintisannnya itu cuma pura-pura, meski dana yang terkumpul sudah mencapai puluhan miliar.

Saat ditanya Anna ke mana lari uangnya, Chase dengan enteng menjawab. “ Sebagian besar habis untuk membiayai gaya hidup mewah kamu,” ujarnya pahit.

Hubungan  mereka pun putus. Dan Chase lari ke Dubai karena tak bisa mempertanggungjawabkan dana investasi ke perusahaan rintisannya. Vivian berhasil mewawancarainya tapi dia menolak untuk disebutkan nama aslinya.

Bersama Chase pula, Anna pertama punya gagasan untuk mendirikan Yayasan Anna Delvey. Yayasan itu rencannya akan membeli sebuah bangunan klasik, lalu mengubahnya menjadi galeri seni tingkat atas, dengan kartu keanggotaan esklusif hanya untuk orang kaya dan super kaya. Lebih wah dari galeri Soho.

Dari Nora pula, seorang sosilita senior dan berpengaruh di New York, Anna punya akses berkenalan dengan desainer, arstitek, dan jaringan perbankan yang dia butuhkan. Orang-orang berpengaruh kenalan Nora.

Di lingakaran sosialita Nora, dia mengaku sebagai anak orang kaya Jerman. Ia memiliki harta warisan dalam bentuk perwalian sebesar € 60 juta atau Rp 912 miliar. Dana itu akan diberikan saat dia sudah cukup umur. Karena itu dia ingin meminjam U$ 22 juta atau Rp 340 miliar untuk mewujudkan visinya membangun Yayasan Anna Delvey.

Ia bahkan sudah memilih gedungnya. Sebuah gedung tua klasik bertingkat milik pengusaha properti terkaya kota itu.

Anna membuat laporan bank palsu dan dokumen lainnya untuk membuktikan bahwa dia memiliki € 60 juta atau Rp 912 miliar  dalam dana perwaliannya. Dia menggunakan dana perwalian ini untuk mengajukan pinjaman U$ 22 juta atau Rp 340 miliar untuk pendirian Anna Delvey Foundation dari City National Bank.

Anna juga mendekati Fortress Investment Group untuk pinjaman menggunakan dokumen palsu yang sama. Mereka setuju untuk mempertimbangkan permohonannya setelah membayar Anna U$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar untuk biaya hukum.

Setelah menerima uang, Anna pun pindah ke hotel. Anna Delvey mulai menginap di hotel 11 Howard di Soho, Manhattan. Dia sering memberikan tip U$ 100 atau Rp 1,5 juta kepada petugas hotel, termasuk ke Neffatari (Neff) Davis, dan mereka pun menjadi teman.
Anna Delvey juga mentraktir Neff Davis ke sesi dengan pelatih gym pribadi, Kacy Duke.

Neef asli dan pemerannya di Inventing Anna

(Neef asli dan pemerannya di film 'Inventing Anna'/Cosmopolitan)

Dari situ pula, Anna memperkenalkan Neff dan Kacy dengan temanya yang lain, Rachel DeLoache Williams, editor foto Vanity Fair.

Delvey telah menghabiskan tagihan U$ 30.000 atau Rp 464 juta di hotel 11 Howard pada saat pihak hotel menyadari bahwa mereka tidak memiliki nomor kartu kredit Anna. Anna mengaku tidak punya uang dan mulai mengklaim bahwa dia lupa kartunya atau kartu kreditnya tidak berfungsi karena suatu alasan.

Hubungan Anna dengan Neff pun menegang, Apalagi tabungan Neff dari tip Anna sebesar U$ 100 dolar yang dia kumpulkan di boks sepatu untuk kebutuhan membuat film, habis karena dalam sebuah makan malam kartu kredit Anna ditolak restoran sehingga Neff harus membayar tagihan makan malam senilai ribuan dolar itu.

Saat terusir dari hotel, entah mengapa mendadak Anna muncul kembali di hotel dengan sebuah mobil sewaan mewah.  Anna pun melunasi tagihan di hotel 11 Howard dan juga membayar utangnya ke Neff kontan. Saat itu Anna melontarkan bahwa dia dengan Rachel dan Kacy akan berangkat liburan ke Maroko.

Rachel Williams asli dan pemeran Rachel Williams di Inventing Anna

(Rachel Williams asli dan pemeran Rachel Williams di Inventing Anna/JJ)

Setelah membayar tagihannya ke hotel, dengan bantuan Rachel Williams, Anna  pindah dari 11 Howard ke The Mercer Hotel.

Anna Delvey lalu mengajak Rachel Williams dan Kacy Duke pada liburan yang dibayar penuh ke Maroko. Mereka menginap di hotel La Mamounia di Marrakesh dengan biaya U$ 7.000 atau Rp 108 juta per malam.

Kacy Duke pulang lebih awal setelah keracunan makanan tetapi yang lain tetap tinggal. Ketika kartu kredit yang Anna berikan kepada hotel ditolak karena gagal, Anna Delvey membujuk Rachel Williams untuk membayar dengan kartu kredit pribadi dan kartu kredit tempat kerjanya. Dia berjanji untuk membayar Williams, saat kembali ke Amerika, nanti.

Rachel dan seorang teman pria videographer dari Vanity Fair yang dibayar untuk mendokumentasikan perjalanan itu akhirnya buru-buru pulang. Anna tertahan di Maroko. Tapi kartu kredit perusahaan Rachel, Vanty Fair, masih tertinggal di hotal sebagai jaminan.

Akhirnya Rachel kaget karena tagihan kartu kredit Vanity Fair mencapai U$ 60.000 atau Rp 929 juta. Rachel stres. Dia meminta agar utang itu dibayar Anna. Tapi teleponnya ke Anna sering diabaikan. Kalaupun diangkat Anna selalu berjanji akan segera mentransfer. Tapi tak juga terealisasi.

Akhirnya Rachel ditekan di kantor dan diancam dipecat. Rachel mengadu ke jaksa. Ia juga merupakan orang yang terlibat dalam penangkapan Anna.

Anna Delvey menyetorkan dua cek palsu ke dalam rekening Signature Bank dan berhasil menarik U$ 8.200  atau Rp 126 juta tunai. Dia lalu terbang ke California dan mendaftar ke fasilitas perawatan rehabilitasi Passages Malibu.

Anna Delvey kemudian ditangkap oleh Departemen Kepolisian Los Angeles. Rachel Williams terlibat dalam penangkapan dengan menelepon Anna dengan dalih mengundangnya untuk makan siang. Saat Anna keluar pusat rehabilitasi itu, polisi sudah menunggu. Mereka memangkap lalu mengirim Anna kembali ke New York.

Anna pun diadili. Anna Sorokin didakwa di Pengadilan Manhattan dengan dua tuduhan pencurian besar di tingkat pertama, tiga tuduhan di tingkat kedua dan satu tuduhan di tingkat ketiga. Dia juga didakwa dengan pencurian layanan untuk aplikasi pinjaman palsu, deposito cek palsu dan biaya perjalanan ke Marrakesh, Maroko, yang dibayar oleh Rachel Williams. Dia ditahan di tahanan sambil menunggu persidangan.

***

Vivian sudah mendapatkan cerita lengkap. Ia tinggal menuangkan cerita itu komputer. Ia tengah hamil besar. Dokter memperkirkana dia akan melahirkan dua hari lagi.

Akhirnya dengan sokongan wartawan tua penghuni meja desk Siberian, Vivian menulis ceritanya. Ceritanya akhirnya selesai saat air ketubannya pecah.

Ia sempat menghubungi Kacy Duke untuk meminta izin menggunakan ceritanya walau tak menyebut nama karena Kacy keberatan karena kekhawatiran profesional. Kacy mengizinkan. Berita itu akhirnya dicetak dan menjadi viral di mana-mana.

Kacy Duke dan pemerannya di Inventing Anna

(Kacy Duke dan pemerannya di Inventing Anna/Netflix)

Dua bulan setelah melahirkan, Vivian juga berangkat ke Jerman untuk menemui orang tua Anna. Dari situ Vivian tahu orang tua Anna bernama Vadim Sorokin.

Ia merupakan orang Rusia. Begitu juga dengan ibu Anna. Mereka hidup sederhana di Jerman. Ayahnya hanya seorang pekerja yang memiliki bengkel kecil.

Menurut ibunya, Sletvana, Anna memang berbeda sejak kecil. “ Ia seperti tidak lahir dari saya,” ujarnya. Itu juga membuat Anna lebih memilih sering berkurung di kamar seorang diri. Mengumpulkan berbagai majalah mode dunia seperti Vogue dan Vanity Fair.

Vivian pun kembali ke New York.

Anna Sorokin akhirnya divonis hakim 4 – 12 tahun penjara. Pengacaranya Todd Spodek hanya bisa membatlkan dua dari 10 dakwaan. Anna didenda $24.000 dan diperintahkan untuk membayar U$ 100.000 ke City National, $70.000 ke Citibank dan sekitar U$ 30.000 ke perusahaan penyewaan pesawat Blade. Dia juga harus membayar biaya hukum sebesar U$ 75.000. Dia melakukan pembayaran dari uang yang dia terima dari Netflix untuk pembuatan filmnya sebesar U$ 360.000.

Pemeran dan Todd Sponek asli, pengacara Anna

(Pemeran dan Todd Spodek asli, pengacara Anna/Today Show)

Pada 11 Februari 2021, Anna Delvey Sorokin dibebaskan bersyarat karena berperilaku baik. Dia check in ke Hotel NoMad.

Sebulan kemudian, Anna ditangkap oleh Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dengan tuduhan memperpanjang masa tinggalnya di Amerika Serikat tanpa izin. Dia dikirim ke penjara di New Jersey sambil menunggu dideportasi ke Jerman. Sorokin mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Film ini diakhiri gambar Anna tengah berada di bus tahanan dalam perjalanan menuju penjara. Sebuah perjalanan panjang seorang sosialita palsu. (eha)

Sumber: Netflix

Beri Komentar