Sosok Berbeda Kobe Bryant Saat Bertemu Menteri Erick Thohir

Reporter : Syahid Latif
Senin, 27 Januari 2020 12:36
Sosok Berbeda Kobe Bryant Saat Bertemu Menteri Erick Thohir
Erick Thohir yang pernah aktif di dunia basket pernah bertemu Kobe Bryant di Piala Dunia Basket di China. Ini kenangannya tentang sosok bintang NBA itu.

Dream - Kabar kematian legenda hidup basket NBA, Kobe Bryan turut membuat menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berduka. Sebelum jadi menteri, Erick memang dikenal sebagai pegiat basket di Tanah Air.

" Saya terkejut sekali dan sangat berduka," tulis Erick dalam unggahan akun Instagramnya, @erickthohir, Senin, 27 Januari 2020.

Erick mengenang pertemuan terakhirnya dengan bintang klub basket LA Lakers itu saat final Piala Dunia Basket 2019 di China.

Saat itu Erick hadir dalam acara serah terima bendera tuan tumah Piala Dunia Basket 2023.

Meski hanya berjabat tangan dan bertemu singkat dengan Kobe, Erick menangkan kesan sosok pria yang menyenangkan dan ramah dari mendiang.

" Saat berbincang dengannya begitu akrab," ujarnya.

Menurut Erick, dia sebetulnya hendak mendatangkan Kobe Bryant ke Indonesia. Kunjungan tersebut dirancang mengingat pebasket yang mengembalikan pamor NBA setelah ditinggal Michael Jorfan ini adalah ambassador FIBA Dunia.

" Saya sempat berpikir mengundang dia ke Indonesia untuk mempromosikan Bola Basket. Tetapi ternyata kepergiannya begitu cepat," tulisnya.

Tak lupa Erick menyampaikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada Kobe yang telah berkontribusi bagi perkembangan dunia basket di dunia. Dia juga memuji sosok Kobe.

" Thank you for being a great person. Rest in peace, Kobe Bryant. You will always be remembered and will continue to live on in all of our memories. My heart goes out to his family in these moments of grief," tulis Erick menutup unggahannya

1 dari 4 halaman

Saaih Halilintar Rekam Helikopter Maut Kobe Bryant

Dream - YouTuber Saaih Halilintar saat ini sedang berlibur di Amerika Serikat. Dia menginap di Los Angeles (LA), California. Rupanya, lokasi penginapan Saaih tidak jauh dari tempat jatuhnya helikopter yang ditumpangi pebasket NBA Kobe Bryant.

Saaih kemudian memotret lokasi jatuhnya helikopter dan diunggah ke akun Instagramnya. Terlihat, ada kepulan asap putih dari lokasi jatuhnya helikopter.

"  Aku kaget ada berita Helicopter jatuh di LA tempat aku menginap sekarang,"  tulis Saaih seperti diakses Dream, Senin 27 Januari 2020.

Mulanya, Saaih tidak mengetahui kalau helikopter yang jatuh itu turut membawa Kobe Bryant. Menurutnya, lokasi jatuhnya helikopter berjarak sekitar 13 menit dari tempatnya menginap.

"  Dan beberapa menit kemudian ada kabar bahwa pahlawan dan atlit basket LA telah meninggal dunia @kobebryant 13 menit dari tempat aku sekarang,"  kata dia.

 saih halilintar© saih halilintar

Helikopter tersebut mengangkut sembilan orang, termasuk Kobe Bryant dan putrinya, Gianna. Unggahan tersebut kemudian dibanjiri ungkapan duka dari warganet.

" Ikut sedih juga,"  kata @putrirwss.

" Ga bisa bayangin gimana syoknya,"  ucap akun @sashamwh.

" He always be our legend,"  komentar akun @ameliaprmda_.

2 dari 4 halaman

Putri Kobe Bryant Turut Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter

Dream - Kecelakaan helikopter pribadi di Calabasas, California, Amerika Serikat pada Minggu pagi waktu setempat tidak hanya menewaskan legenda NBA, Kobe Bryant. Sang putri, Gianna Bryant, turut meninggal dalam insiden tersebut.

Business Insider melaporkan, Kobe dan Gianna naik helikopter menuju Mamba Academy di Thousand Oaks untuk mengikuti latihan basket. Ada sembilan korban dalam insiden itu, termasuk pemain lain dan orangtua.

Sedangkan istri Bryant, Vanessa, diyakini tidak bersama keduanya.

Bryant mewariskan kecintaannya terhadap basket kepada Gianna. Keduanya kerap terlihat duduk di pinggir lapangan menyaksikan bersama pertandingan basket NBA dan Bryant putrinya berharap suatu hari bisa bermain di klub UConn.

Gianna sendiri merupakan putri kedua Bryant yang kini berusia 13 tahun. Gianna digadang-gadang bakal menjadi penerus Bryant.

3 dari 4 halaman

Legenda NBA Kobe Bryant Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Helikopter

Dream - Pebasket legendaris NBA, Kobe Bryant, meninggal dunia di usia 41 tahun. Dia mengalami kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat, pada Minggu waktu setempat.

Dikutip dari Business Insider, putri Bryant, Gianna Bryant juga meninggal dalam peristiwa jatuhnya helikopter tersebut. Dilaporkan saat terjadi kecelakaan, Bryant tengah naik helikopter pribadinya.

Sejumlah media melaporkan ada beberapa orang meninggal dalam insiden tersebut. Sedangkan Kepolisian Los Angeles menyatakan korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 10 pagi itu sebanyak sembilan orang.

" Merupakan kesedihan yang sangat besar saat kita memahami meninggalnya Kobe Bryang dan empat lainnya dalam kejatuhan helikopter di Calabasas," ujar Wali Kota Calabasas, Alicia Weintraub.

Weintraub mengatakan lokasi helikopter jatuh berada di lahan luas dan tidak ada orang di darat yang terluka. Pihak otoritas menyatakan helikopter milik Bryant merupakan model Sikorsky S-76B.

4 dari 4 halaman

Bintang NBA

Bryant menghabiskan kariernya selama 20 musim bersama klub basket Los Angeles Lakers. Dia merupakan pencetak skor ketiga sepanjang masa di NBA dan memenangkan lima kejuaraan NBA.

Lahir di Philadelphia pada 23 Agustus 1978, tetapi Bryant lebih banyak menghabiskan masa kecilnya di Italia. Sang ayah merupakan pemain bola basket di sana.

Pada 1996, Bryant bergabung dengan NBA usai lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bryant sering dipanggil dengan julukan yang dibuatnya sendiri, " Black-Mamba" , sejenis ular, yang menggambarkan kepiawaian dan sifat kompetitifnya. Dia merupakan pemain NBA dengan bayaran termahal kedua sepanjang masa, dengan gaji mencapai US$323 juta, setara Rp4,4 triliun selama berkarier di NBA.

Bryant pensiun dari NBA pada 2016.

Atlet legendaris ini menikah dengan Vanessa Bryant. Dari pernikahan tersebut, Bryant memiliki empat orang anak yaitu Bianka, Gianna, Natalia, dan si bungsu Capri yang lahir pada Juni tahun lalu.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup