Kurang Tidur, Produktivitas Kerja Menurun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 14 Juni 2019 10:26
Kurang Tidur, Produktivitas Kerja Menurun
Ternyata, durasi tidur juga berpengaruh terhadap produktivitas kerja.

Dream – Mengurangi waktu tidur secara teratur tak berarti kamu bisa mengerjakan semua tugas dengan kelebihan waktu yang dimiliki. Sebuah studi menunjukkan orang-orang yang kurang tidur sebenarnya kurang produktif dalam bekerja.

Dikutip dari studyfinds.org, Jumat 13 Juni 2019, studi ini diterbitkan dalam jurnal “ Sleep”. Kajian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur selama 7-8 jam sehari lebih produktif 20 persen daripada yang tidur selama 5-6 jam per malam.

Produktivitas orang-orang yang tidur selama 5-6 jam per malam justru turun 29 persen.

Studi ini dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences. Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah masalah tidur seperti insomnia, mengantuk, dan mendengkur bisa menyebabkan penurunan produktivitas atau tidak.

Para peneliti mengkaji data dari 1.007 peserta yang berusia 22 tahun—60 tahun. Kualitas tidur ribuan peserta ini juga dilihat dari beragam aspek, mulai dari kesehatan, masalah tempat kerja, sampai tekanan keuangan.

1 dari 1 halaman

Insomnia Perparah Produktivitas Kerja

Pimpinan kajian, Robert Yang, mengatakan, insomnia turut memperparah penurunan produktivitas. Robert mengatakan insomnia sedang sampai berat membuat produktivitas anjlok hingga 58 persen.

Kantuk pada siang hari dan mendengkur juga menjadi penyebab produktivitas kerja turun.

“ Ini adalah bukti tidur bukanlah kegiatan yang sia-sia. Ini adalah investasi waktu yang bijak,” kata dia.

Lantas harus bagaimana? Robert menyarankan orang-orang untuk tidak lembur.

“ Cobalah berinvestasi dalam kesehatan pribadi dan keuangan dengan tidur lebih banyak,” kata Robert. (ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-