Produk Dapat Review Buruk dari Pelanggan, Balas Atau Tidak?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 13 Agustus 2019 10:36
Produk Dapat Review Buruk dari Pelanggan, Balas Atau Tidak?
Setiap kali ulasan, testimoni, atau review negatif muncul, banyak manajer dan pemilik bisnis cenderung untuk menanggapi pengulas.

Dream – Pada era digital, membangun reputasi online yang positif merupakan bagian dari strategi pemasaran bisnis dan menarik pelanggan baru. Setiap kali ulasan, testimoni, atau review negatif muncul, banyak manajer dan pemilik bisnis cenderung untuk menanggapi pengulas.

Nah, sebuah studi internasional yang fokus pada layanan perhotelan menemukan pendekatan ini biasanya lebih berbahaya.

Dikutip dari studyfinds, Selasa 13 Agustus 2019, kajian ini dipublikasikan dalam jurnal Marketing Science. Para peneliti bekerja sama dalam penelitian dari Universitas Yale, Universitas Ibrani Yerusalem, dan Universitas California Selatan.

Menurut penelitian, jika bisnis perhotelan merespons ulasan yang negatif, itu hanya mendorong dan merangsang lebih banyak ulasan negatif.

Ini yang penting. Pelanggan cenderung menulis ulasan buruk, jika pelaku bisnis membalasnya dengan komentar yang negatif.

Studi ini berfokus pada bisnis berkualitas dinamis seperti hotel atau layanan perjalanan. Penting untuk membuat perbedaan untuk menciptakan pengalaman pelanggan. Terutama di bisnis yang dinamis ini.

" Seperti ulasan pembelian produk di Amazon. Resensi pembaca lebih berperan kepada konsumen lain. Tapi, ketika meninjau barang dan jasa berkualitas, sifatnya dinamis. Pengulas bisa dimotivasi oleh niat untuk mempengaruhi manajer dan bukan hanya konsumen lain,” tulis penulis kajian, Yaniv Dover.

Para peneliti menganalisis tanggapan manajerial di platform jasa perhotelan, TripAdvisor, Expedia, dan Hotels.com. Secara keseluruhan, penulis menemukan bahwa tanggapan manajerial lebih mungkin untuk merangsang aktivitas peninjauan.

“ Berdasarkan penelitian, kami percaya aktivitas respons manajerial secara tidak proporsional merangsang produksi ulasan negatif. Ini karena umpan balik negatif dapat dilihat oleh pengulas sebagai hal yang sangat berdampak,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Tips Bisnis Sukses Anak Milenial, Coba Ini

Dream – Tak jarang tersirat keinginan ingin merintis usaha. Kamu sudah menemukan peluang pasar. Rasanya, ingin cepat-cepat nyemplung di dunia bisnis.

Tahan dirimu dan jangan terburu-buru. Merintis usaha tidak semanis dan semulus yang kamu harapkan.

Tanpa persiapan yang matang, kamu akan terkendala ketika menjalankan bisnis. Lantas, bagaimana caranya merintis bisnis dari nol?

Empat pengusaha muda Muslim ini tak segan berbagi tips untuk Sahabat Dream yang ingin merintis usaha. Terutama buat kaum milenial. 

Mereka yakni Aii Hatta perwakilan dari Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA)—pemilik kedai kopi Kopinang Kau, Vabel Primadana dari Roti Bakar Keibar, Ache Harahap dari Titik Temu Coffee, dan Rezy Ruseimy dari Kebab Cuy.

Vabel mengatakan, ketika ingin merintis usaha, lebih baik menuliskan ide terlebih dahulu. Di sana, kamu bisa mempelajari bisnis dan kemungkinan kendalanya. Jangan lupa untuk berinovasi agar bisa menarik daya tarik orang.

“ Jangan sampai inovasi asal-asalan. Bagaimana caranya inovasi itu membuat orang cocok untuk rentang panjang,” kata dia dalam acara “ Peluncuran ISYEF Point dan aplikasi ISYEF Online” di Masjid Cut Meutia, Jakarta, ditulis Rabu 21 November 2018.

Ache juga mengingatkan, ketika menulis ide, jangan lupa berpikir dari sudut pandang pasar dan tentukan siapa target pasar. Dia juga mengingatkan agar kamu benar-benar yakin dengan bisnismu.

“ Berpikir dari sudut pandang dan yakin,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Ini Langkah Selanjutnya

Setelah ide bisnismu matang, langkah selanjutnya adalah memilih rekan bisnis. Rezy mengingatkan agar memilih partner yang sejalan dengan visi dan misi bisnis yang ingin kamu jalankan.

“ Mereka akan saling menopang ketika bisnis yang dirintis menemui kesulitan,” kata dia.

Rezy mengatakan tak ada salahnya membekali diri dengan ilmu bisnis seperti marketing. “ Kita butuh ilmu bisnis seperti marketing,” kata dia.

Ache mengatakan internet juga harus dimanfaatkan. Kalau dulu, ketika orang berbisnis, pemikiran pertama adalah harus punya toko. Kini, orang yang tak punya toko juga bisa memulai usaha.

“ Kalau dulu, mau buka ritel, harus punya tempat. Sekarang nggak. Sekarang bisa pakai (layanan) seperti Go Food. Termasuk Titik Temu, itu, kan, kekuatannya di internet. Di Facebook dan Instagram saja, banyak orang jualan hijab. Jangan mikirin sewa tempat,” kata dia. (ism)

3 dari 5 halaman

Jangan Lupa Berdoa

Ya, doa menjadi “ kunci” ampuh untuk melancarkan bisnis, terutama ketika mengambil keputusan. Rezy menyarankan berdoa terlebih dahulu ketika hendak mengambil keputusan bisnis.

“ Akan percuma kalau nggak ada doa,” kata dia.

Ache menambahkan pebisnis juga harus memiliki keyakinan kepada Sang Pencipta, apalagi ketika bisnis sedang down.

“ Kalau yakin sama Allah SWT, pasti ada jalannya,” kata dia. 

Aii Hatta juga mengatakan jangan sungkan untuk meminta kepada-Nya di samping berusaha. “ Dengan usaha dan doa, kamu bisa kaya,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Mau Jadi Pebisnis Muda? Ini Tips Bisnis Presiden Jokowi

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbagi tips untuk anak muda yang ingin merintis bisnis. Salah satunya adalah langsung melaksanakan bisnis itu.

" Kalau ingin jadi pengusaha, jangan mikir dulu, tapi terjuni dulu," kata Jokowi saat membuka Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi se-ASEAN, di Telkom University Convention Center, Bandung, Senin 23 Mei 2016, dilansir dari situs Sekretariat Kabinet.

Eks gubernur DKI Jakarta ini pun meminta mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan apabila ada masalah yang menghambat bisnis mereka. Jika tidak segera diselesaikan, tentunya usaha mereka akan jatuh. Kalau sudah jatuh, Jokowi meminta pengusaha muda untuk bangkit dari kegagalannya.

" Kalau sudah jatuh, ya, bangkit lagi. Harus seperti itu," kata dia.

Selanjutnya, anak muda pun diminta untuk berani membuka diri terhadap dunia. Apabila bisa membuka diri, artinya mereka sudah siap untuk bersaing. Sikap kompetitif pun juga akan semakin terpupuk apabila mereka berani membuka diri.

" (Sikap) terbuka dan kompetisi akan memaksa kita untuk memperbaiki diri dan mengejar ketertinggalan kita dibandingkan dengan negara-negara yang lain," kata dia.

5 dari 5 halaman

Fokus pada Bisnis

Tips selanjutnya adalah pengusaha muda fokus terhadap bisnis yang dirintisnya. Dengan memusatkan perhatian terhadap suatu usaha, suatu masalah dalam berbisnis akan tercapai.

" Dengan cara superfokus itu, masalah yang kita hadapi akan semakin kelihatan dan semakin gampang untuk kita atasi," kata dia.

Tips terakhir, Jokowi mengingatkan pengusaha muda untuk tidak buru-buru berpindah hati ke jenis usaha yang lain apabila suatu usaha yang dirintisnya gagal. Dia meminta mereka untuk menekuni bisnis mereka walaupun bisnis mereka mengalami kegagalan.

" Tekuni yang sudah kita tekuni itu. Biasanya kalau masih muda itu gagal di suatu tempat pindah lagi ke bidang yang lain. Bidang yang ini gagal, pindah lagi ke bidang yang lain. Artinya memulai terus dari awal, memulai terus dari nol," kata dia.

(Ism) 

[crosslink_1]

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting