Sudah Lulus Tes CPNS Bandung Barat, Pria Ini Dipaksa Mundur

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 14 Agustus 2019 15:12
Sudah Lulus Tes CPNS Bandung Barat, Pria Ini Dipaksa Mundur
Padahal, Arsal sudah mengikuti semua tahapan seleksi CPNS dan dinyatakan lulus.

Dream - Hilang sudah harapan Arsal Fatra Yoga untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebab, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandung Barat menganulir dan meminta Arsal mengundurkan diri.

Dikutip dari Fokus Indosiar, Rabu 14 Agustus 2019, lulusan Universitas Padjadjaran itu diminta mengundurkan diri karena ada kesalahan formasi. Padahal, Arsal sudah mengikuti semua tahapan seleksi CPNS dan dinyatakan lulus.

Sayangnya, BKD Bandung Barat menganulir kelulusannya dan memintanya untuk mundur. Istri Arsal juga sempat menangis karena tak bisa menahan perasaan kecewa.

" Sudah enggak bisa lanjut lagi, kecewa sih, lihat saja nanti selanjutnya," kata Arsal.

1 dari 5 halaman

Tersandung Formasi

Arsal melamar sebagai paramedik di Dinas Peternakan Bandung Barat. Namun, dia melamar di pos yang tidak sesuai dengan ijazahnya.

Kepala BKD Bandung Barat, Asep Ilyas, mengatakan, Arsal mengantongi ijazah S-1, tapi dia melamar di formasi D-3.

Asep mengakui ada kelalaian dari BKD sehingga Arsal bisa lolos. " Itu sudah merupakan ketentuan yang tidak bisa ditawar lagi," kata dia.

2 dari 5 halaman

Lihat Videonya di Sini

 

3 dari 5 halaman

Kemenpan RB Buka 100 Ribu Lowongan CPNS Pada Oktober 2019

Dream - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka pendaftaran sebanyak 200 ribu untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menpan RB, Komjen (Purn) Syafruddin mengatakan, dari 200 ribu lowongan ASN itu dibagi untuk 100 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 100 ribu untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

" Itu direncanakan PNS di bulan Oktober akhir, tapi PPPK mungkin di bulan depan akhir," ujar Syafruddin dalam wawancara ekslusif bersama Dream di kantornya, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.

Saat ini, Kemenpan RB telah membentuk panitia seleksi (pansel) untuk menyaring para pendaftar dari penjuru Tanah Air. Menurut Syafruddin, kriteria yang ditetapkan oleh pansel tidak jauh berbeda dari 2018 lalu.

" Sementara menyesuaikan dengan tahun lalu, karena tahun lalu itu dianggap paling bagus karena menghasilkan talenta-talenta yang bagus dan semua stakeholder merasakan, mengapresiasi karena mereka (ASN) kan sudah mulai bekerja," ucap dia.

Mantan Wakapolri ini mengatakan, berdasarkan data 2018, total ada 6 juta orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi ASN.

" Cuma puncak tesnya 383 ribu, yang lulus sampai mendapat SK (Surat Keputusan) 182 ribu orang. Jadi cukup besar peminatnya," kata dia.

4 dari 5 halaman

Dibuka Oktober, Jumlah Pelamar CPNS Diprediksi Tembus 5,5 Juta

Dream – Pemerintah memastikan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Oktober 2019. Jumlah pelamarnya diperkirakan mencapai jutaan orang.

Dikutip dari setkab.go.id, Rabu 31 Juli 2019, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Nasional (BKN), M. Ridwan, mengatakan, total kebutuhan ASN nasional pada 2019 sejumlah 254.173, yang terdiri atas 100 ribu formasi CPNS dan 100 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Dia memperkirakan ada 5,5 juta pelamar yang akan mengikuti seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Oktober mendatang.

Jumlah tersebut melebihi pelamar pada seleksi CPNS tahun 2018, sebanyak 3,64 juta pelamar. Rinciannya, kala itu ada 1,45 juta pelamar di 76 instansi pusat dan 2,19 juta di 481 daerah.

5 dari 5 halaman

Terkendala Database?

Ridwan mengatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh para pelamar CPNS 2018, misalnya database kependudukan tidak update, kesulitan pelamar memperbarui KTP dan KK, ijazah tidak sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan, serta KTP tidak jelas atau bukan KTP asli.

“ Beberapa permasalahan ini menjadikan pelamar tidak memenuhi syarat administrasi,” kata dia di Jakarta.

Untuk rencana pelaksanaan seleksi ASN pada Oktober 2019, menurut Kepala BKN, Bima Aria Wibisana, dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

“ Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak. Oleh karena itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah,” kata Bima. 

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri