Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 Maret 2020 16:59
Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap
Pasar modal syariah tetap tiarap.

Dream - Kecemasan investor terhadap virus corona membuat indeks syariah terkoreksi. Bahkan, surplus perdagangan pada Februari 2020 senilai US$2,34 miliar (Rp34,4 triliun) tak sanggup menahan laju pergerakan perdagangan.

Angin negatif juga datang dari pasar luar negeri setelah bank sentral AS, The Federal Reserves, mendadak mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Kebijakan in sebagai langkah antisipasi dampak wabah virus corona baru. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2020 dengan melemah tajam 6,684 poin (4,70%) ke level 135,524. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 142,208.

Minimnya aksi jual pelaku pasar akibat penyesuaian dengan kondisi terkini wabah corona di Indonesia membuat ISSI sempat tergelincir ke level terendah di 135,237.

Penurunan lebih tajam terjadi pada dua indeks kepingi biru syariah. Indeks blulechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok sampai 31,087 poin (6,05%) ke level 483,066.

Sementara Indeks JII70 turun 9,956 poin (5,81%) ke level 161,341.

Aksi jual investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berkutik. IHSG melorot 216,914 poin (4,42%) ke level 4.690,657.

1 dari 5 halaman

Saham Andalan Berguguran

Virus corona yang menghantui perekonomian membuat investor melepaskan saham-sahamnya di semua sektor. Indeks sektor infrastruktur terperosok 5,98 persen, barang konsumsi 5,67 persen, dan manufaktur 5,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya terangkat Rp1.190, GHON Rp160, EMTK Rp150, LINK Rp140, dan DVLA Rp100.

Sebaliknya, yang menghuni top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terpangkas Rp1.075, INTP Rp775, ICBP Rp575, ITMG Rp525, dan UNVR Rp525.

Dari pasar uang, dolar AS nyaris menembus level Rp15 ribu. Kurs dolar menguat 204 poin (1,36) ke level Rp14.981 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Dream - Bursa saham Indonesia terkena kebijakan penghentian sementara (halt trading) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas di atas 5 persen. Keputusan itu dibuat sekitar 30 menit sebelum penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis. 12 Maret 2020.

Kondisi pasar modal Indonesia yang terkena halt trading dipicu kepanikan pelaku pasar terhadap wabah virus corona sehingga melakukan aksi jual besar-besaran. Dua indeks saham bluechips syariah bahkan terjun bebas di atas 5 persen.  

 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 7,085 poin (4,74%) ke level 142,361. ISSI langsung membuka sesi perdagangan di zona merah di level 146,922.

Sentimen keputusan WHO yang menetapkan virus corona sebagai pandemik global memicu kepanikan pelaku pasar. ISSI yang tertekan sempat terseret ke level terendah di 142,361.

Kepanikan terlihat pada para pemburu saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 29,346 poin (5,41%) ke level 512,958.

Koreksi tajam juga dialami indeks JII70 yang terpangkas 10,033 poin (5,54%) ke level 171,174.

Sentimen negatif yang memicu aksi keluar pasar modal dari investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG sampai terhempas dari level psikologis 5000.

IHSG hari ini menutup perdagangan dengan koreksi 258,357 poin (5,01%) ke level 4.895,748.

3 dari 5 halaman

Saham Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral membara. Pelemahan terbesar terjadi di indeks industri dasar yang terpangkas sampai 8,47 persen. Disusul sektor pertanian 5,71 persen, pertambangan 5,60 persen, dan keuangan 5,44 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham-saham lapis dua. Emiten GHON menjadi top gainer saham syariah dengan kenaikan Rp270, BUKK Rp80, SIPD Rp80, PNSE Rp74, dan PICO Rp68.

Sementara bluechips syariah ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar. Top losser saham syariah dipimpin INTP yang terkoreksi Rp1.350, UNTR Rp1.100, AALI Rp750, ITMG Rp725, dan TPIA Rp700.

Dari pasar uang, dolar AS masih berkuasa. Pada 16.29, kurs dolar AS naik 167 poin (1,15%) ke level Rp14.541 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu

Dream - Baru saja dibuka, indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah. Bahkan, IHSG terjungkal dari level 5 ribu ke level 4 ribu.

Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 12 Maret 2020, pukul 09.30, IHSG merosot 197,317 poin (3,83%) ke level 4.956,788. IHSG terus turun setelah dibuka di 5.032,882.

 

 © Dream



Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 5,585 poin (3,74%) ke level 143,861.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok 23,945 poin (4,41%) ke level 518,359.

Indeks JII70 terjun 8,142 poin (4,49%) ke level 173,065.

5 dari 5 halaman

Ketakutan Terhadap Virus Corona Makin Menjadi

Pelemahan perdagangan ini disebabkan oleh faktor ketidakpastian global. Ditambah lagi ada kecemasan investor setelah WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi. 

Sektor industri dasar, properti, dan keuangan terkena imbasnya. Indeks indusrtri dasar rontok 6,95 persen, properti 4,68 persen, dan keuangan 3,97 persen. 

Dari pasar uang, rupiah juga ikut tiarap. Dolar AS menanjak 37 poin (0,26%) ke level Rp14.411 per dolar AS.

Beri Komentar