Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemetik Teh Di India (emirates247.com)
Dream - Pemerintah India kewalahan menangani persoalan para pencari kerja. Sebabnya, terdapat 75.000 orang yang mengajukan lamaran untuk pekerjaan kasar seperti pemetik teh. Padahal sebagian dari pelamar adalah para sarjana lulusan perguruan tinggi.
Direktorat Ekonomi dan Statistik Pemerintah Negara Bagian Chhattisgarh kebingungan menangani banyaknya surat lamaran yang ada. Dari sekian banyak lamaran, hanya 30 pelamar yang berminat menjadi tentara, sementara sisanya berminat pada pekerjaan kasar dengan upah 14.000 rupee, setara Rp2,9 juta.
Kepala Direktorat Amitabh Panda mengatakan dia telah membatalkan ujian penerimaan setelah menerima 75.000 lamaran online dan 5.000 lamaran langsung. Dalam angka tersebut, ada sejumlah teknisi unggul dan lulusan manajemen.
" Ini nyata. Kami hanya butuh 2.000 hingga 3.000 orang," kata Panda.
Bekerja di bawah naungan birokrasi menjadi pilihan yang banyak diminati warga India ketimbang bekerja di sektor swasta. Pekerjaan pemerintah, meski yang paling kasar dengan bayaran paling rendah tetap menjadi pilihan utama.
Bahkan, untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pemetik teh yang digaji pemerintah saja banyak yang rela mengeluarkan uang. Alhasil, praktik suap semakin menjadi-jadi di negara itu.
Sosiolog Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi Zubair Meenai mengatakan menjadi birokrat, meski rendahan, masih menjadi impian sebagian besar masyarakat India. Sebab, birokrat dianggap memiliki strata sosial lebih tinggi ketimbang profesi lainnya.
" Tidak peduli orang dibayar satu juta rupee pada perusahaan swasta, pegawai pemerintah tetap saja mendapat penghormatan lebih banyak dan status sosial yang lebih tinggi," ungkap dia.
Lebih lanjut, Zubair mengatakan meski ekonomi India telah berubah, hal itu tidak serta merta membawa perubahan dalam cara pandang masyarakat. " Perubahan ekonomi belum sepenuhnya terserap, masyarakat tetap memandang adanya resiko jika bekerja di sektor swasta, salah satunya pemutusan hubungan kerja," kata dia.
Sumber: emirates247.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya