Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Commonwealth Punya Cara Khusus Untuk "menjawab" Kenaikan BI Rate. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kerap membuat masyarakat alergi. Apalagi jika kamu nasabah yang memiliki pinjaman KPR atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Dalam bayangan yang muncul adalah cicilan yang semakin tinggi.
Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) belum lama ini kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.
Banyak yang tak menyadari jika di balik kenaikan suku bunga acuan ada sisi positif. Salah satunya adalah imbal hasil dari produk simpanan biasanya akan ikut naik.
Peluang inilah yang ditanggapi manajemen PT Bank Commonwealth yang menilai ada sisi positif dari kenaikan suku bunga acuan bagi para nasabahnya. Perusahaan meluncurkan produk Bonus Saver yang bisa digunakan nasabah untuk menabung dan menyimpan deposito.
" Bonus Saver ini tabungan rasa deposito," kata Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya di kantornya, Jakarta, Kamis 22 November 2018.
Ivan menjelaskan, nasabah yang memiliki produk Bonus Saver bisa menggunakan fasilitas deposito sekaligus tabungan. Bentuknya menjadi lebih fleksibel.
" Ini bebas digunakan kapan saja, tanpa penalti," kata dia.
Menurut Ivan, produk baru ini diluncurkan melihat dari analisis perilaku nasabah yang menginginkan kemudahan. Nasabah ingin produk yang fleksibel dan tak ada ketentuan penalty. Tak hanya itu, marjin yang diberikan kepada nasabah juga cukup besar yaitu 7 persen.
" Bonus saver ini kami melihat perilaku nasabah yang ingin fleksibilitas, nggak mau kena penalti, tapi mau bunga tinggi," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya