Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Juga Bakal Diwajibkan Pakai Aplikasi MyPertamina

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 30 Juni 2022 14:45
Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Juga Bakal Diwajibkan Pakai Aplikasi MyPertamina
Rencananya, kebijakan ini akan sejalan dengan uji coba beli Pertalite dan Solar subsidi dengan MyPertamina per 1 Juli 2022.

Dream - PT Pertamina Patra Niaga juga akan menerapkan kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg atau LPG subsidi. Rencananya, kebijakan ini akan sejalan dengan uji coba beli Pertalite dan Solar subsidi dengan MyPertamina per 1 Juli 2022.

Direktur Pemasaran Regional PT pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan, sudah melakukan uji coba penerapan MyPertamina untuk pembelian LPG 3 Kg.

" Untuk LPG sebetulnya sama, nanti kita akan meminta register, sama dengan MyPertamina. Tapi sebetulnya, LPG itu kami sudah melakukan uji coba secara diam-diam di 114.000 penduduk menggunakan MyPertamina," ujar Ega dikutip dari Liputan6.com, Kamis 30 Juni 2022.

1 dari 4 halaman

Dalam uji coba tersebut, basis data yang digunakan adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki pemerintah. Namun demikian, terkait keputusan akhir, dia akan mengembalikan kepada pemerintah. Apakah akan tetap mengacu pada data DTKS atau menerapkan sistem register melalui MyPertamina.

" Tapi saya kembalikan kepada pemerintah, apakah pemerintah akan tetap menggunakan data DTKS atau pemerintah akan menggunakan skema seperti BBM yang me-register, masyarakat di-register. Nanti kita sebagai badan usaha menyesuaikan," jelasnya.

Mengacu pada bahan paparan Ega, ada 6 tahapan uji coba mengenai penggunaannya. Uji coba telah selesai hingga tahap 3. Rinciannya, Tahap 1 melibatkan 5 kota/kabupaten, 86 pangkalan, 18.828 KPM, dengan waktu uji coba pekan ke-2 Maret sampai pekan ke-2 April, Rekrut KPM DTKS 9.237 KPM, tambahan penerima uji coba 0, rekrut pangkalan 100 persen, rekrut KPM DTKS 49 persen, transaksi evoucher 1 sebesar 100 persen, transaksi evoucher 2 sebesar 100 persen.

2 dari 4 halaman

Tahap 2 melibatkan 5 kota/kabupaten, 116 pangkalan, 12.999 KPM, waktu uji coba pekan ke-4 Maret – pekan ke-3 April, Rekrut KPM DTKS 6.749 KPM, tambahan penerima uji coba 2.210 penerima, rekrut pangkalan 100 persen, rekrut KPM DTKS 52 persen, transaksi evoucher 1 sebesar 100 persen, transaksi evoucher 2 sebesar 100 persen.

Tahap 3 melibatkan 8 kota/kabupaten, 146 pangkalan, 16.627 KPM, waktu uji coba pekan ke-2 Mei – pekan ke-2 Juni, Rekrut KPM DTKS 12.309 KPM, tambahan penerima uji coba 7.777, rekrut pangkalan 100 persen, rekrut KPN DTKS 74 persen, transaksi evoucher 1 sebanyak 99 persen, transaksi evoucher 2 sebanyak 98 persen.

Tahap 4 melibatkan 5 kota/kabupaten, 82 pangkalan, 12.492 KPM, waktu uji coba pekan ke-1 Juni – pekan ke-4 Juni, Rekrut KPM DTKS 8.397 KPM, tambahan penerima uji coba 3.5.13, rekrut pangkalan 100 persen, rekrut KPN DTKS 70 persen, transaksi evoucher 1 sebesar 83 persen, transaksi evoucher 2 sebesar 82 persen.

3 dari 4 halaman

Tahap 5 melibatkan 6 kota/kabupaten, 112 pangkalan, 35.660 KPM, waktu uji coba pekan ke-2 Juni – pekan ke-2 Juli, Rekrut KPM DTKS 8.555 KPM, tambahan penerima uji coba 1.130, rekrut pangkalan 95 persen, rekrut KPN DTKS 46 persen, transaksi evoucher 1 sebesar 39 persen, transaksi evoucher 2 sebesar 35 persen.

Tahap 6 melibatkan 5 kota/kabupaten, 96 pangkalan, 18.307 KPM, waktu uji coba pekan ke-1 Juli – pekan ke-4 Juli, Rekrut KPM DTKS 1.239 KPM, tambahan penerima uji coba 257, rekrut pangkalan 92 persen, rekrut KPN DTKS 39 persen, transaksi evoucher 1 sebesar 13 persen, transaksi evoucher 2 sebesar 11 persen.

Sebelumnya, Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari juga telah menyampaikan bahwa proses penyaluran BBM dan LPG Subsidi terpantau dengan ketat melalui sistem digital.

 

4 dari 4 halaman

" Sistem digital ini terpusat di command centre Pertamina atau dikenal dengan Pertamina Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC),” ujar Heppy dalam laman resmi Pertamina, 23 Juni 2022.

Heppy mengungkapkan kecanggihan PIEDCC tak terbantahkan. Inovasi teknologi berbasis digital ini dapat menyajikan data secara real-time dan akan mendukung peran strategis Pertamina sebagai integrator seluruh lini bisnis dari aspek operasional dan komersial.

" Teknologi canggih ini berperan penting dalam memonitor proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir, termasuk distribusi energi di seluruh pelosok negeri. PIEDCC memiliki dashboard kinerja seluruh subholding, semuanya telah dijalankan secara digital, terpusat di kantor Pertamina, Jakarta Pusat," jelasnya.

Beri Komentar