Daftar Miliarder Paling Dermawan di Asia, Siapa Mereka?

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 8 Desember 2022 13:00
Daftar Miliarder Paling Dermawan di Asia, Siapa Mereka?
Berikut ini daftar miliarder di Asia menurut daftar Forbes Asia's 2022 Heroes of Philanthropy edisi ke-16 yang paling aktif di bidang filantropi.

Dream - Mereka yang kaya raya di berbagai negara selalu saja menarik perhatian. Sebagian dari mereka bukan hanya dari sekadar kaya harta, namun juga kaya hati dan suka berbagi. Sejumlah besar harta mereka digunakan untuk amal atau aktivitas filantropi.

Siapa saja mereka yang kaya rasa dan sangat dermawan? Forbes melaporkan salah satu pendiri platform desain grafis Canva, yakni Melanie Perkins dan Cliff Obrecht tahun 2021 menyumbangkan saham mereka senilai US$26 miliar atau sekitar Rp406,1 triliun untuk mendukung inisiatif amal.

Tak hanya dari miliarder Canva, banyak orang-orang kaya di Asia yang tak segan menyumbangkan hartanya untuk beramal. Seperti Gautam Adani yang merayakan ulang tahun dengan donasi uang sampai miliaran rupiah.

Berikut ini daftar miliarder di Asia menurut daftar Forbes Asia's 2022 Heroes of Philanthropy edisi ke-16 yang paling aktif di bidang filantropi.

1 dari 5 halaman

Gautam Adani - India

Posisi orang terkaya di Indi saat ini dipegang oleh Gautam Adani. Untuk menyambut ulang tahunnya  yang ke-60 pada Juni 2022, Gautam berjanji untuk mendonasikan dana sebesar 600 miliar rupee atau US$7,7 miliar.

Donasi ini menjadikannya sebagai salah satu orang kaya paling dermawan di India. Dana yang disumbangkan digunakan untuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan.

" Pada tingkat yang sangat mendasar, program yang terkait dengan ketiga bidang ini harus dilihat secara holistik dan secara kolektif menjadi penggerak untuk membangun India yang adil dan siap menghadapi masa depan," kata dia ketika mengumumkan donasi tersebut.

2 dari 5 halaman

Melanie Perkins dan Cliff Obrecht - Australia

Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu pendiri Canva yakni Melanie Perkins dan Cliff Obrecht rupanya pernah menandatangani inisiatif Giving Pledge, sebuah perjanjian untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka seumur hidup.

Keputusan ini disebut bukan hanya sebagai peluang besar, tetapi tanggung jawab penting. Keduanya memberikan sebagian besar saham mereka di Canva, 30 persen dari total 31 persen saham untuk berdonasi melalui badan amal perusahaan, Canva Foundation.

3 dari 5 halaman

Jean Salata dan Melanie Salata - Hong Kong

Miliarder kali ini datang dari Hongkong yang turun membantu menangani masalah perubahan iklim. Merupakan pemimpin perusahaan ekuitas swasta EQT Asia yang berbasis di Hong Kong, yakni Jean Salata, dan istrinya Melanie. Mereka mendonasikan US$200 juta pada Juni 2022 untuk mendirikan lembaga iklim dan keberlanjutan di Universitas Harvard.

Keluarga Salata juga pernah mendonasikan dana sebesar US$5 juta untuk membantu membangun Pusat Teknologi dan Inovasi Salata di Cathedral Prep-Villa Maria di AS, yang merupakan tempat Jean bersekolah.

4 dari 5 halaman

Geoffrey Cumming - Australia

Selanjutnya ada miliarder asal Australia, Geoffrey Cumming yang memberikan donasi sebesar US$168 juta kepada Universitas Melbourne. Donasi merupakan salah satu sumbangan tunggal terbesar di Australia.

Uang tersebut disalurkan untuk membantu mendanai pusat penelitian terapeutik pandemi di Peter Doherty Institute for Infection and Immunity, Universitas Melbourne.

5 dari 5 halaman

Shiv Nadar - India

Miliarder dan filantropis asal India, Shiv Nadar tidak kalah besar dalam inisiatif menyumbangkan dananya. Hampir US$1 miliar dari kekayaannya telah disumbangkan selama beberapa dekade untuk berbagai kegiatan sosial melalui Yayasan Shiv Nadar.

Dia masuk sebagai para pendonor teratas di negara itu. Di tahun 2022, Nadar mendonasikan 11,6 miliar rupee (US$142 juta) kepada yayasan yang dia dirikan pada tahun 1994 itu dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dengan memberdayakan individu melalui pendidikan.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar