Wajib Tes PCR, Ketentuan Seat Penumpang Pesawat Berjarak Dihapus

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 21 Oktober 2021 17:12
Wajib Tes PCR, Ketentuan Seat Penumpang Pesawat Berjarak Dihapus
Maskapai penerbangan juga diizinkan terbang dengan kapasitas penuh sebagai tahap uji coba pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang sudah terkendali.

Dream – Kelonggaran mobilitas masyarakat di tengah kasus Covid-19 yang terkendali tetap menjadi perhatian pemerintah. Upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan tentu tidak mengabaikan perhatian terhadap prioritas keamanan dan kesehatan para pelaku perjalanan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional dan Kementerian Perhubungan telah menerbitkan aturan perjalanan dalam negeri yang terbaru.

“ Beberapa penyesuaian dilakukan atas keputusan lintas sektor atas kondisi terkini serta kesiapan sarana prasarana pendukung implementasi protokol kesehatan di lapangan,” ujar Wiku dalam keterangan pers di Media Center Graha BNPB akarta, Kamis 21 Oktober 2021.

Menurutnya aturan terbaru bagi para pelaku perjalanan di tengah kasus Covid-19 yang terkendali ini dituangkan dalam beberapa kebijakan yaitu SE Satgas Covid-19 No. 21 tahun 2021, Instruksi Mendagri No.53 dan 54 tahun 2021, dan SE Kementerian Perhubungan.

1 dari 3 halaman

Wajib Tes PCR Saat Naik Pesawat

Ilustrasi© YouTube/BNPB Indonesia

Dalam kebijakan itu, kata Wiku, memuat beberapa penyesuaian peraturan yang dilakukan. Pertama tentang pengaturan syarat pelaku perjalanan dalam negeri yaitu khusu untuk tujuan ke wilayah Jawa-Bali, yang juga diatur dalam Instruksi Mendagri No.53 tahun 2021.

Untuk moda transportasi udara, penumpang wajib menunjukkan dua dokumen yakni kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan keterangan negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 2 hari sebelum keberangkatan.

Menurut Wiku, pengetatan metode testing menjadi PCR saja di Jawa-Bali dan non Jawa-Bali level 3 dan 4 tersebut dilakukan mengingat ketentuan jarak antar penumpang di dalam kabin sudah tidak diberlakukan lagi.

Satgas Penanganan Covid-19 juga mengizinkan maskapai beroperasi dengan kapasitas penuh sebagai bagian dari uji coba kelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus yang cukup terkendali.

2 dari 3 halaman

Tes PCR Lebih Sensitif Jaring Virus

Ilustrasi© YouTube/BNPB Indonesia

Wiku menambahkan tes PCR yang diterbitkan dalam aturan baru dinilai lebih sensitif daripada rapid tes antigen dalam menjaring kasus positif Covid-19.

“ Tes PCR sebagai metode testing standar lebih sensitif daripada rapid antigen dalam menjaring kasus positif, diharapkan dapat mengisi celah penularan yang mungkin ada,” jelasnya.

Untuk mengoptimalisasi penularan, lanjut Wiku, pihak maskapai harus menyiapkan 3 row yang dikosongkan untuk memisahkan penumpang yang bergejala saat perjalanan.

Sementara itu untuk moda transportasi lain, yaitu laut, darat (baik pribadi/umum), penyeberangan dan kereta api antar kota wajib menunjukkan dua dokumen yaitu kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 2 hari atau hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil maksimal 1 hari.

3 dari 3 halaman

Sosialisasi Calon Penumpang

Ilustrasi© Angkasa Pura II

Di samping itu, Pengelola Bandara Internasional Soekarno Hattajuga akan mulai memberlakukan aturan calon penumpang penerbangan Domestik wajib Test PCR per tanggal 24 Oktober 2021.

Meski Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 85 Tahun 2021, yang mengharuskan calon penumpang pesawat harus tes PCR terlebih dulu, rupanya belum berlaku di Bandara Soekarno Hatta.

" Berdasarkan SE Kemenhub Nomor 85 Tahun 2021, Surat Edaran berlaku per 24 Oktober 2021," ujar Senior Manager Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muardi, Kamis 21 Oktober 2021.

Dengan demikian, sambil menunggu SE tersebut berlaku, AP II memilih untuk mensosialisasikan kebijakan baru tersebut ke calon penumpang. Mulai dari sosial media, grup whatsapp, sampai ke berbagai maskapai penerbangan.

" Ini masa transisi selama 3 hari, kami gunakan untuk gencar sosialisasi kepada calon penumpang atau masyarakat," jelasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar