Tarif Listrik Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 17 Juni 2022 18:36
Tarif Listrik Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia
Tarif listrik kelompok rumah tangga di Indonesia berkisar Rp1.445 per kWh.

Dream - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan bahwa tarif listrik kelompok rumah tangga di Indonesia menduduki posisi ke dua termurah di kawasan ASEAN.

" Kita kalau untuk tarif (listrik) rumah tangga kita termasuk adalah dua yang paling bawah. Itu adalah rumah tangga," ujarnya dalam acara webinar Kebijakan Tarif Listrik Berkeadilan di Jakarta, Jumat 17 Juni 2022.

Menurut catatan yang dipaparkan Bob Saril, per Mei 2022, tarif listrik kelompok rumah tangga di Indonesia berkisar Rp1.445 per kWh. Sementara, kelompok yang sama di Malaysia dipatok Rp1.251 per kWh.

Di Thailand, tarif listrik kelompok rumah tangga mencapai Rp1.589 per kWh. Vietnam sebesar Rp1.556 per kWh.

Sedangkan, tarif listrik di Filipina mencapai Rp2.589 per kWh. Tarif kelompok rumah tangga tertinggi di ASEAN diterapkan Singapura, yaitu Rp3.181 per kWh.

1 dari 5 halaman

Untuk kelompok industri, kata Bob Saril, tarif listrik PLN menjadi salah satu yang termurah di kawasan ASEAN. Misalnya, tarif listrik industri menengah di Tanah Air dipatok Rp1.115 per kWh.

Sementara Malaysia membanderol kelompok ini Rp1.038 per kWh. Lalu, Thailand Rp986 per kWh. Vietnam menetapkan tarif listrik sebesar Rp1.135 per kWh. Filipina sebesar Rp1.783 per kWh.

Sedangkan tarif listrik golongan industri menengah di Singapura menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN mencapai Rp2.065 per kWh.

" Tarif listrik industri kita paling bawah ya, paling kompetitif. Karena pemerintah hadir untuk menjaga daya saing industri kita dan bisnis supaya tetap berkembang," ujarnya. (Merdeka.com)

2 dari 5 halaman

Dream - Pemerintah resmi menaikkan tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan golongan daya mulai 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3). 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan kenaikan tarif listrik akan diberlakukan per 1 Juli 2022.

Darmawan menyampaikan, kenaikan tarif listrik 3.500 VA ke atas ini merupakan penyesuaian terhadap penyaluran subsidi listrik. Ia mengklaim kini penyalurannya lebih terarah dari sebelumnya.

3 dari 5 halaman

“ Kalau ada bantuan dari pemerintah harus tepat sasaran yaitu yang berhak menerima bantuan tersebut. Ada porsi kompensasi yang diterima kurang tepat sasaran oleh yang ekonomi tingkat atas, yakni ekonomi mampu dengan daya terpasang 3.500-5.500 VA dan 6.600 VA ke atas," katanya dalam konferensi pers, di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dikutip dari Liputan6.com, Senin, 13 Januari 2022.

Dia menuturkan, beberapa asumsi makro yang mempengaruhi kenaikan tarif listrik harus dilakukan karena pemerintah tidak bisa mengontrolnya.

Faktor lainnya, adanya kenaikan harga minyak global yang turut mempengaruhi biaya pokok produksi listrik. Serta, mempertimbangkan beban di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

4 dari 5 halaman

Berikut adalah kenaikan tarif listrik yang berlaku bagi konsumen rumah tangga dan pemerintah mulai 1 Juli 2022.

- Rumah tangga yang masuk golongan R2 ( 3.500 sampai 5.500 Va) sebesar 17,64 persen 

- Rumah tangga yang masuk golongan R2 (6.600 Va ke atas) sebesar 17,64 persen

- Pemerintah yang masuk golongan P1 (6.600 sampai 200 KVA) sebesar 17,64 persen

- Pemerintah yang masuk golongan P2 sebesar 17,64 persen

- Pemerintah yang masuk golongan P3 (di atas 200 KVA) sebesar 36,61 persen

5 dari 5 halaman

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rencana tersebut telah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu.

" Akan ada kenaikan tarif listrik bagi pelanggan PLN dengan daya 3.000 VA dan di atasnya," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, 19 Mei 2022 lalu.

Beri Komentar