Tarif Listrik RI Mahal atau Murah di ASEAN, Ini Faktanya!

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 9 Agustus 2017 18:15
Tarif Listrik RI Mahal atau Murah di ASEAN, Ini Faktanya!
Pemerintah mengeluarkan dua bukti untuk membantah polemik tarif listrik di Indonesia.

Dream - Polemik soal tarif listrik di Indonesia yang dianggap kemahalan seolah tak pernah berakhir. Terakhir masyarakat dibuat panik dengan kabar tentang kenaikan tarif untuk golongan 900 Watt, golongan masyarakat penerima subsidi. Pemerintah pun telah membantahnya. 

Terbaru, berkembang opini jika tarif listrik yang berlaku di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang termahal di dunia. 

Melihat polemik yang berkembang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Tarif Tenaga Listrik (TTL) di Indonesia termasuk murah dan kompetitif di kawasan ASEAN. Bukan termasuk yang termahal di dunia seperti diperdebatkan.

Untuk membuktikannya, pemerintah merilis data terbaru harga tarif listrik semua kelas di beberapa negara ASEAN. Data itu menunjukan tarif listrik di Indonesia untuk kelas rumah tangga masih lebih murah dari tiga negara ASEAN.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, data bulan Mei 2017 menunjukan TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia sebesar Rp1.467 kWh, lebih murah jika dibandingkan Filipina seharga Rp2.359 per kWh, Singapura Rp2.185 per kWh dan Thailand sebesar Rp1.571 per kWh.

“ Hal ini menepis anggapan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia adalah yang termahal di dunia,” kata Dadan, dikutip Dream dari laman Setkab, Rabu, 9 Agustus 2017.

Dadan menegaskan, tarif kompetitif itu tak hanya berlaku untuk golongan rumah tangga saja. Untuk golongan bisnis besar dan industri besar, tarif listrik juga termasuk murah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menunjukan untuk periode tarif bulan Mei 2017, untuk pelanggan bisnis besar, tarifnya adalah Rp1.115 per kWh. Sementara di Thailand, pelanggan kelas bisnis besar dikenakan tarif Rp1.149 per kWh, Singapura Rp1.523 per kWh, Filipina Rp1.464 per kWh, dan Vietnam Rp1.456 per kWh.

Sementara untuk industri besar, pada periode tarif yang sama, tarif di Indonesia adalah Rp. 997 per kWh, sementara Thailand Rp1.034 per kWh, Singapura Rp1.382 per kWh, dan Filipina Rp1.417 per kWh.

Tabel Tarif Listrik© Setkab.go.id

Di tingkat dunia, laporan International Energy Consultants (IEC) yang dirilis bulan Mei 2016 juga menunjukkan TTL (rata-rata semua pengguna) di Indonesia hanya US$ 7 sen per kWh atau sekitar Rp945 per kWh (kurs Rp.13.500 per dollar).

Tarif listrik tersebut dianggap yang terendah dibandingkan negara-negara lain yang dikaji, seperti Jepang (wilayah Kansai) sebesar US$ 23,3 sen per kWh, Hongkong US$ 15,1 sen per kWh, Filipina US$ 14,6 sen per kWh, Singapura US$ 10,9 sen per kWh, Thailand US$ 9,9 sen per kWh, Korea Selatan US$ 9,5 sen per kWh, Malaysia US$ 8,8 sen per kWh, dan Taiwan sebesar US$ 8,7 sen per kWh.(Sah)

Beri Komentar