Tegur Karyawan, Bos Foxconn Malah Didamprat

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 26 November 2015 07:30
Tegur Karyawan, Bos Foxconn Malah Didamprat
Jangan sampai meniru karyawan Foxconn yang justru memaki bos besarnya sesaat setelah makan siang.

Dream - Bahkan, jika Anda bekerja untuk salah satu produsen elektronik terbesar di dunia dengan lebih dari 1 juta karyawan, cobalah untuk mengetahui bagaimana wajah bos besar Anda.

Jangan sampai meniru karyawan Foxconn yang justru memaki bos besarnya sesaat setelah makan siang.

Dua karyawan Foxconn benar-benar meninggalkan kesan pertama yang buruk untuk Terry Gou, setelah bos besar itu meminta mereka mematikan rokok.

Saat itu, Gou tengah berjalan dan melihat dua karyawan itu sedang merokok di dalam area bebas rokok di dekat ruang makan sebuah pabrik Foxconn di Shenzhen, Tiongkok.

Bukannya cepat-cepat mematikan rokok setelah ditegur bos besar, kedua karyawan tersebut malah memaki pendiri dan pimpinan Foxconn tersebut dengan berteriak, " Siapa kamu? Ini bukan urusanmu, sialan?."

Menurut The Paper, Gou tidak langsung marah dengan ulah kurang ajar dua karyawannya itu. Dia memanggil manajer pabrik dan bersama-sama, mereka memberi 'pelajaran' kepada kedua karyawan tersebut.

Kejadian Gou memarahi karyawannya tertangkap dalam sebuah video tujuh detik yang kemudian tersebar dengan cepat di seluruh jagat maya Tiongkok.

" Jika manajer tidak bisa memperbaiki kalian, maka saya yang akan bertindak," Guo berteriak. " Foxconn tidak butuh karyawan seperti kalian."

Foxconn, produsen perakitan elektronik Taiwan yang memasok perusahaan seperti Apple, memiliki masalah di Tiongkok di masa lalu.

Masalah yang paling signifikan menyangkut karyawan yang melakukan bunuh diri, meninggal karena terlalu banyak pekerjaan, memprotes dan berkelahi karena upah yang rendah.

Pada tahun 2012, Gou mengeluarkan pernyataan keras terkait masalah tersebut:

" Foxconn memiliki tenaga kerja lebih dari satu juta di seluruh dunia. Sebagai manusia juga sebagai binatang, mengelola satu juta hewan membuat saya sakit kepala."

(Sumber: shanghaiist.com) 

Beri Komentar