Solusi Danone-AQUA Jaga Kebersihan Laut Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 1 November 2019 18:36
Solusi Danone-AQUA Jaga Kebersihan Laut Indonesia
Pemerintah ingin menekan angka sampah plastik di Indonesia.

Dream – Tumpukan sampah di sungai masih menjadi persoalan di kawasan perkotaan. Terlebih memasuki bulan hujan seperti saat ini. Sampah yang menggunung sering kali jadi pemicu lubernya air sungai ke jalanan.

Pemanfaatan teknologi sudah harus menjadi kewajiban untuk mengatasi masalah tersebut. Tak hanya memicu banjir, sampah di sungai bisa mengalir hingga ke lautan.

PT Tirta Investama (Danone-Aqua) bersama organisasi nirlaba, The Ocean Up belum lama ini memperkenalkan pemanfaatkan teknologi interceptor 001. Kamis, 31 Oktober 2019, perusahaan mengumumkan hasil penelitian upaya penanganan sampah dengan memanfaatkan teknologi tersebut.

Penelitian ini sendiri didukung oleh Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk diketahui, Interceptor 001 menjadi salah satu solusi pencegahan sampah di sungai untuk tidak masuk ke laut pertama yang ada di dunia.

“ Sampah plastik adalah isu global yang sangat signifikan dan dampaknya tak hanya pada lingkungan kita, namun juga terhadap perekonomian pariwisata serta kesehatan,” kata Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Safri Burhanuddin, di Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Menurut Safri, sampah di sungai berdampak signifikan tak hanya pada lingkungan tapi juga perekonomian, pariwisata, serta kesehatan.

Pemerintah sendiri sudah memancangkan target mengurangi sebanyak 70 persen sampah plastik di laut pada 2025.

" Penting juga untuk dapat mulai mengelola sampah kami sendiri menggunakan prinsip circular economy yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik serta menggunakannya sebagai sumber daya secara terus menerus," kata Safri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap, mengatakan perusahaan terus berkomitmen melakukan inovasi dan fokus pada aksi nyata dalam menjaga lingkungan. 

Aqua merasa bangga bisa bekerja sama dengan The Ocean Cleanup untuk mengoperasikan sistem pertama yang bukan hanya dapat mencegah sampah plastik masuk ke laut, namun juga membantu membersihkan sungai-sungai.

" Kerja sama kami dengan The Ocean Cleanup merupakan bukti dari komitmen kami tersebut dan AQUA merasa bangga bermitra dengan The Ocean Cleanup untuk memulai penelitian ini," ujar dia.

" Sejalan dengan komitmen kami untuk mengumpulkan lebih banyak dari yang kita produksi, tahun lalu, kami menjadi pionir dengan meluncurkan gerakan #BijakBerplastik. Gerakan ini juga menjadi wujud nyata upaya kami untuk menumbuhkan budaya daur ulang serta tanggung jawab lingkungan di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra dan juga jutaan konsumen kami,” kata Corine.

(Laporan: Diah Tama Yanti)

 

1 dari 6 halaman

Viral Sampah Indonesia Sampai Thailand dan Bunuh Hewan Laut

Dream - Sampah asal Indonesia menjadi viral di Thailand lantaran mengotori pantai wilayah Phuket. Sampah itu terdampar karena ribuan kilometer jauhnya terbawa ombak dan angin dari tempat asalnya.

" Sudah beberapa hari masyarakat di Phuket, Thailand secara sukarela membersihkan sampah di pantai. Musim hujan angin telah membawa sampah-sampah itu ke sini,"  tulis akun Twitter @zianafazura seperti diakses Dream, Senin 12 Agustus 2019.

Dalam foto yang dibagikan Ziana, terlihat tumpukan sampah yang bertuliskan Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, ada juga bangkai kura-kura yang ikut terbawa diantara sampah.

" Yang mengejutkan (dan tentu memalukan) bagiku adalah sebagian besar sampah yang bisa kuidentifikasi datang dari Indonesia! Sebagian besar! Entah sudah berapa tahun sampah itu mengambang di lautan," kata dia.

Ziana juga meminta maaf kepada masyarakat Thailand yang ada di sekitar pantai, karena sampah dari negaranya mengotori Tanah Air mereka.

" Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup. Semoga kita terus belajar bertanggung jawab,"  ujar dia.

Ada juga hewan yang mati terdampar dengan sampah terlilit di tubuhnya.

2 dari 6 halaman

Ramai Ajakan Kurangi Sampah Plastik, Dua Pesohor Ini Sudah Melakukannya

Dream - Suami penyanyi Raisa Andriana, Hamish Daud terkenal dengan kepeduliannya pada isu-isu lingkungan. Beberapa waktu belakangan, ayah satu anak ini bahkan sering mengunggah foto bertema isu kelestarian dan keindahan laut Indonesia.

Kepedulian aktor yang lahir di Australia ini semakin dikuatkan saat dia bergabung dengan yayasan Indonesia Ocean Pride. Yayasan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap laut Indonesia.

" Indonesia kan negara maritim, jadi yayasan ini diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi kalau Indonesia negara laut. Banyak orang yang lupa dan kita mengajak untuk kembali peduli," kata aktor 39 tahun ini di Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Agustus 2019.

Tidak hanya peduli dengan lingkungan bawah laut, yayasan tersebut juga menerapkan konsep ramah lingkungan.

" Sekarang merchandise kita bekerja sama dengan yayasan luar negeri, UN. Campaignnya bulan depan karena momentumnya untuk dua bulan itu tentang sampah saja. Kita omongin tentang penyakit yang disebabkan microplastic dan lain-lain," katanya.

3 dari 6 halaman

Menerapkan juga di keluarga

Pemain Rectoverso ini ternyata sejak lama menerapkan konsep ramah lingkungan yang sederhana bersama Raisa.

 Raisa Andriana & Hamish Daud© KLY

" Saya nggak pakai single use plastic. Memang nggak drastis langsung nggak menggunakan plastik. Tapi, istriku memang antiplastik banget. Awalnya dia (Raisa) nggak tahu dan saya ajarin. Lama-lama nular ke dia, ke teman-temannya. Jadi nggak perlu disuruh, cukup memberi contoh," kata Hamish.

Hamish memang berusaha menerapkan pola hidup peduli lingkungan di rumah. Salah satunya dilakukan dengan mencoba mengolah sampah plastik.

" Biasanya, saya mengganti beberapa barang plastik dengan yang berbahan bambu atau kain. Sebenarnya bukan masalah pemakaian, tapi pengolahannya."

4 dari 6 halaman

Cara Hidup Sehat dengan Zero Waste, 3R Saja Tidak Cukup

Dream - Masalah sampah di Indonesia agaknya sudah semakin parah. Laporan dari Indonesian Center for Environment Law (ICEL), unenvironment.org menyebutkan menyebutkan hampir setiap harinya Indonesia menyumbang 10.660.505 kilogram sampah plastik.

Seperti yang kita ketahu, bahwa sampah dibagi menjadi dua yaitu organik dan non-organik. Dan, sampah-sampah tersebut memerlukan perlakuan khusus supaya tidak menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Terlebih sampah non-organik yang sulit terurai.

Apalagi masalah kesehatan kerap kali dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Jika kotor dan banyak sampah, lingkungan tersebut tidak sehat untuk ditinggali.

Memulai cara hidup sehat bisa dimulai dari lingkungan sekitar yang sehat. Kamu pasti tahu dengan istilah 3R yang merupakan singkatan dari  Reduce, Reuse, Recycle. Namun tahukah Sahabat Dream, kalau 3R saja tidak cukup untuk menangani masalah sampah di Indonesia saat ini?

Cara hidup sehat sebenarnya sangat mudah untuk diterapkan, namun perlu tekad, fokus, dan konsisten dalam melakukannya. Dan, Zero Waste bisa menjadi salah satu pilihan cara hidup sehat.

 

 

5 dari 6 halaman

Cara Hidup Sehat dengan Zero Waste

Dilansir dari laman zerowaste.id, Zero Waste adalah filosofi gaya hidup untuk mendorong siklus hidup sumber daya, sehingga produk-produk yang dikonsumsi bisa pakai dan dimanfaatkan kembali. Tujuannya adalah supaya sampah tidak sampai ke landfill.

Zero Waste mengutamakan tidak memproduksi sampah dari berbagai aspek, baik sampah organik maupun non-organik. Mulai dari bahan pangan, pakaian, hingga ke pembungkus barang yang dikonsumsi. Sehingga barang yang dikonsumsi akan terus terpakai dan termanfaatkan. Gaya hidup ini bisa meminimalisir produksi sampah pribadi dan rumah tangga.

  Hidup Sehat dengan Zero Waste© © 2019 https://www.dream.co.id

Produksi sampah yang minim, tentu berdampak positif pada lingkungan. Sehingga, lingkungan menjadi sehat secara alami, dan tentu saja jadi salah satu cara hidup sehat yang baik. Namun, untuk menerapkan gaya hidup sehat ini, memerlukan konsistensi yang tinggi.

Konsisten sangat diperlukan, karena untuk mengubah kebiasaan itu sangat sulit.Terlebih selama ini kita seperti sudah biasa dengan pemakaian plastik, tisu, dan berbagai barang yang sulit terurai lain. Coba bayangkan sudah berapa banyak sampah dan plastik yang kita buang percuma, Sahabat Dream?

 

6 dari 6 halaman

Reduce, Reuse, Recycle + 2R

3R singkatan dari Reduce, Reuse, Recycle mungkin sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Kita terbiasa menyebutnya sebagai daur ulang. Kaitannya dengan sampah 3 prinsip ini umum digunakan, yaitu Reduce, mengurangi produksi sampah, Reuse, menggunakan kembali supaya tidak menjadi sampah, dan Recycle, mendaur ulang supaya barang yang tak terpakai bisa dimanfaatkan kembali.

Menurut Bea Johnson dari Zero Waste Home, ada tambahan 2R, yakni Refuse, menolak barang yang sekiranya akan menghasilkan sampah, dan Rot, membusukkan barang yang dikonsumsi, poin ini hanya bisa diterapkan pada barang dan sampah organik yang mudah terurai.

  Hidup Sehat dengan Zero Waste© © 2019 https://www.dream.co.id

Dalam menerapkan Zero Waste secara sungguh-sungguh, 3R saja tidak cukup, karena “ Zero Waste is not recycling more, but less.” Seperti yang dikutip dari zerowaste.id, Zero Waste tidak hanya sekadar mendaur ulang sebanyak mungkin, namun sebaliknya.

5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot), bisa digunakan sebagai prinsip untuk mengarah pada cara hidup sehat tanpa limbah, dan bisa diterapkan untuk gerakan gaya hidup ramah lingkungan.

Beri Komentar