Tergiur Pakai Paylater? Dengan Dulu Pesan OJK Ini Sebelum Menggunakannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 16 Juni 2021 17:12
Tergiur Pakai Paylater? Dengan Dulu Pesan OJK Ini Sebelum Menggunakannya
Layanan pembayaran ini kini makin marak.

Dream – Teknologi keuangan yang lebih maju membuat banyak orang bisa mencicil belanjaan tanpa harus menjadi nasabah kartu kredit. Tren ini muncul setelah banyak penyedia jasa paylater sebagai salah satu sistem pembayaran.

Beragam pengelola financial technology (Fintech) dan platform e-commerce menawarkan sistem pembayaran baru yang sedang booming belakangan ini.

Dikutip dari akun Instagram OJK, @ojkindonesia, Rabu 16 Juni 2021, paylater adalah layanan yang menunda pembayaran atau berutang. Utang ini harus dilunasi pada kemudian hari.

“ Di Indonesia, paylater dapat difasilitasi melalui beberapa lembaga jasa keuangan, seperti bank atau peer to peer lending,” kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot.

Dengan layanan ini, kamu bisa membeli barang dengan menunda pembayaran pada kemudian hari. Biasanya pembayarannya nanti berupa cicilan selama beberapa minggu atau bulan, bergantung pada jenis dan nominal pembelian.

Sebelum menggunakan layanan ini, sebaiknya Sahabat Dream memastikan kemampuan untuk melunasinya.

1 dari 3 halaman

Tips Menggunakan Paylater

Berikut ini adalah lima tips menggunakan paylater.

1. Membatasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar.

2. Memahami kontrak perjanjian.

3. Melunasi dana pinjaman paylater tepat waktu untuk menghindari denda.

4. Memperhatikan suku bunga/biaya pada fitur paylater.

5. Ketahui denda keterlambatan pengembalian dana pinjaman.

© Dream
2 dari 3 halaman

Riset: Pengguna Jasa PayLater Meningkat Selama Pandemi

Dream - Pandemi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi kebutuhan sehari-hari. Perilaku belanja juga semakin dipermudah dengan merebaknya jasa payLater yaitu layanan pinjaman online tanpa pengguna harus memiliki kartu kredit.

Dengan fasilitas ini konsumen bisa bertransaksi dan membayarnya belanjaan tersebut di kemudian hari. Biasanya PayLater ini disediakan di aplikasi pembelian tiket, aplikasi e-commerce sampai aplikasi dompet elektronik.

Dalam riset riset tahunan edisi kedua Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021 yang dibuat Kredivo bersama Katadata Insight Center diketahui terjadi peningkatan signifikan pengguna paylater di Tanah Air. 

 

© Dream

 

Berdasarkan riset ditemukan enggunaan metode pembayaran paylater meningkat selama pandemi. Dari konsumen yang menggunakan paylater, 55 persen pengguna baru menggunakannya di saat pandemi.

Selain untuk membeli kebutuhan mendesak atau berbelanja dengan cicilan pendek, sebanyak 41 persen konsumen memilih fitur paylater untuk mengontrol pengeluaran bulanan.

“ Riset pada tahun ini menunjukkan bahwa pandemi juga berdampak pada akselerasi penggunaan paylater menjadi metode pembayaran pilihan yang cepat, mudah dan aman di e-commerce” jelas Indina Andamari, VP Marketing & Communications Kredivo pada konferensi virtual Kredivo dan Katadata.

3 dari 3 halaman

Berubahnya Preferensi Belanja

Kredivo© Ferdike/ Dream

Pandemi juga mengubah preferensi belanja konsumen saat bertransaksi online. Karena konsumen lebih banyak beraktivitas dari rumah, pandemi mendorong konsumen untuk membeli produk yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi belanja produk non-pokok.

Ini terlihat dari penurunan volume transaksi produk fashion 30 persen di tahun 2019 menjadi 22 persen di tahun 2020. Sebaliknya terjadi peningkatan signifikan di kategori produk seperti peralatan rumah tangga, isi ulang pulsa dan voucher, serta makanan.

“ Seiring meningkatnya popularitas e-commerce maupun paylater sebagai metode pembayaran selama setahun terakhir, kami berharap riset ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital negeri lebih cepat lagi," ungkap Bima Laga, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia pada kesempatan yang sama.

© Dream
Beri Komentar