Terlalu Lama di Toilet, Gaji Pria Ini Dipotong

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 20 April 2021 13:47
Terlalu Lama di Toilet, Gaji Pria Ini Dipotong
Ceritanya begini.

Dream – Seorang pria asal Taiwan menuai kontroversi di media sosial. Dia mengeluhkan potongan gaji yang dilakukan perusahaan tempatnya bekerja. Gajinya dipangkas karena dinilai terlalu lama di toilet.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa 20 April 2021, pria berinisial Mr. A itu mencurahkan isi hatinya karena kecewa dan frustrasi. Pria itu mengakui berada di toilrt selama 49,5 jam dalam sebulan. Kurang lebih, setiap hari kerja, dia menghabiskan waktu dua jam di toilet.

Namun, lanjut dia, perusahaannya tidak memberi tahu bahwa gaji bisa dipotong jika berada di toilet lama-lama.

1 dari 4 halaman

Minta Saran

Melalui Facebook Group The Blame 2, Mr. A bertanya tentang saran cara memproses masalah ini. Dikatakan bahwa dia bekerja sebagai karyawan magang selama 22 hari bulan kemarin. Total jam kerjanya sebanyak 195 jam.

Setiap jamnya, dia mendapatkan upah 160 yuan (Rp357.142). Karena terlalu lama menghabiskan waktu di toilet, gaji Mr. A dipotong 4.400 yuan (Rp9,82 juta).

Menurut keterangan laman CCTV, pria ini menghabiskan waktu hampir 50 jam pada bulan lalu. Setelah perusahaan memberlakukan aturan di toilet hanya boleh satu jam, upah senilai 27.5 jam dipotong dari gajinya.

“ Oke, saya memang terlalu lama di toilet, tapi apakah ini berarti perusahaan bisa seenaknya memotong gaji?” tulis Mr. A.

Dia juga menambahkan perusahaan itu akan memecatnya jika tak berhenti mempermasalahkan pemotongan gaji.

2 dari 4 halaman

Berencana Laporkan ke Pihak Berwajib

Mr. A mempertimbangkan opsi untuk melaporkannya kepada Biro Tenaga Kerja. Tapi, rencana ini ditentang oleh orang tuanya. Orang tua Mr. A memintanya untuk merendah dan mempertahankan pekerjaannya.

“ Jika saya tidak bisa menghabiskan waktu di kamar mandi, saya akan buang air besar di celana. Itu akan membuat seluruh kantor menjadi bau,” tulis dia.

Mr. A juga merasa heran dengan aturan itu. “ Saya benar-benar tercengang dengan semua ini,” tulis dia.

3 dari 4 halaman

Tuai Pro dan Kontra

Kasus ini mendapatkan reaksi beragam di media sosial. Banyak yang menyebut menghabiskan waktu 50 jam selama sebulan di toilet saat jam kerja ini terlalu banyak.

“ Perusahaan tak punya uang untuk mengirimmu ke toilet. Perusahaan maan yang mempekerjakan seseorang untuk duduk di toilet selama dua jam sehari?” tulis seseorang.

“ Kamu bekerja 8 jam sehari, menurutku tempat yang harus kamu datangi bukanlah toilet, itu rumah sakit,” tulis yang lain.

4 dari 4 halaman

Tapi, Ada yang Membela

Namun, ada juga membelanya. Bahkan, warganet memintanya untuk melaporkan masalah itu ke Biro Tenaga Kerja.

“ Ada orang di perusahaan kami yang bekerja delapan jam sehari dan menggunakan toilet selama tiga jam, tapi tidak ada potongan gaji,” tulis dia.

Waktu ke toilet selama jam kerja telah menjadi masalah besar di Asia, terutama di Tiongkok. Perusahaan memantau kunjungan toilet karyawan dengan beragam cara agar mereka tak menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi.

Beri Komentar