Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream – Mayoritas orang berpikir memiliki banyak uang itu menyenangkan. Bahkan, ada yang berpikir harta berlipat ganda bisa memberikan rasa bahagia. Nyatanya, tidak selalu demikian.
Hal ini dialami oleh CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffet. Dikutip dari laman CNBC, Selasa 6 Maret 2018, Buffet mengatakan bahwa memiliki banyak uang bukanlah kunci kebahagiaan.
Miliarder ini mengakui dia menikmati hari-hari ketika memiliki sedikit kekayaan. “Saya tidak bahagia ketika memiliki US$10 ribu (Rp137,62 juta) ketika keluar dari sekolah,” kata dia.
Lalu, uang itu dibelanjakan untuk senang-senang.
Menurut Buffet, orang-orang cenderung berpikir bahwa memiliki lebih banyak uang akan lebih bahagia. Misalnya, seseorang punya uang US$100 ribu (Rp1,37 miliar) dan tidak bahagia. Lalu, dia berpikir akan lebih bahagia kalau punya uang US$1 juta (Rp13,76 miliar).
“Itu tidak akan terjadi,” kata dia.
Buffet mengatakan, kebahagiaan orang akan lenyap jika melihat orang lain punya uang lebih banyak, misalnya punya uang US$2 juta (Rp27,52 miliar). “Tapi, Anda bisa bersenang-senang ketika menjadi kaya,” kata dia.
Melihat pernyataan Buffet, periset memperlihatkan orang-orang berasumsi punya banyak uang dan menghabiskan banyak uang bisa membuat mereka bahagia. Profesor psikologi dari University of British Colombia, Elizabeth Dunn, mengatakan, saat ini, yang menjadi nilai kekayaan bukanlah uang, melainkan waktu.
“Dari segi kebahagiaan, waktu benar-benar menjadi mata uang yang fundamental. Orang memiliki uang yang terbatas. Membeli satu hal berarti tidak bisa membayar yang lain,” kata Dunn.
Dia berkata jalan membuat orang lain bahagia dengan uangnya adalah membelanjakan ke hal-hal yang bisa membuat mereka senang. “Ada pergeseran fokus yang mengatakan ‘izinkan saya menghasilkan uang lebih banyak, tetapi juga ‘izinkan saya membelanjakan uang dalam beragam jalan’. Ini adalah strategi menjanjikan untuk membuat orang bahagia,” kata Dunn.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
