Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kimia Farma Membeli Saham Mayoritas Dawaa Medical Limited Company. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – PT Kimia Farma (Persero) gencar mengembangkan usaha bisnisnya. Perusahaan pelat merah ini mulai menjamah pasar Timur Tengah sebagai target pengembangan bisnis dengan mengakuisisisaham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa).
“ Sudah saatnya Kimia Farma memperbesar pasar untuk global,” kata Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir, di Jakarta, Senin 5 Maret 2018.
Untuk akusisi, Kimia Farma merogoh kocek sebesar 38 juta riyal (Rp139,35 miliar). Dengan dana ini, BUMN itu memiliki 60 persen saham Dawaa.

Basyirt mengatakan, akuisisi ini ditandai dengan penandatangan shareholder agreement Kimia Farma Dawaa antara Kimia Farma dengan Marei bin Mahfouz Group and Co. Sekadar informasi, Dawaa adalah anak usaha Marei bin Mahfouz Group.
“ Dawa memiliki jaringan apotek sebanyak 31 outlet: 10 di Mekah, 21 di Jeddah, serta 2 distributor center di Mekah dan Jeddah,” kata dia.
Menurut Basyir, Kimia Farma Dawaa akan menambah 90 outlet dalam waktu 20 tahun ke depan. Perusahaan ini akan membangun pabrik farmasi di Arab Saudi.
“ Keberadaan Kimia Farma di Arab Saudi sekaligus mendukung program pemerintah dalam melayani kesehatan jemaah haji dan umroh Indonesa,” kata dia.

Basyir mengatakan, untuk jangka panjang, kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan merupakan tujuan ekspor dan produk kesehatan Indonesia.
“ Prospek bisnis kesehatan Arab Saudi cukup menjanjikan dengan estimasi nilai pasar farmasi sebesar US$20 miliar (Rp275,03 triliun) pada 2020,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya