Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak hanya beribadah, seorang muslim juga dianjurkan untuk bekerja mencari nafkah. Islam tetap menghargai adanya harta milik dan upaya manusia untuk menjaganya.
Bahkan, menjaga harta termasuk satu dari lima hal mendesak, yang dalam fikih dikenal dengan dharuriyat al khams. Tak hanya itu, menjaga harta atau hifdzul maal juga termasuk tujuan dasar syariah (maqasid as syariah).
Namun demikian, setiap Muslim patut memahami bahwa kepemilikan harta bukan dimaksudkan untuk kesombongan. Juga bukan untuk dihabiskan secara boros demi gaya hidup berlebihan.
Dalam Islam, ada semangat kuat menghargai harta. Bahkan harta disebut sebagai al khoir, yang berarti kebaikan.
Hal ini seperti tertuang dalam Surat Al Baqarah ayat 180.
Diwajibkan kalian, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan khoir (harta yang banyak), agar berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf.
Disebut al khoir karena harta memang mengandung banyak kebaikan. Lawan kata al khoir adalah syarr, yang maknanya keburukan.
Artinya, jangan sampai harta berubah menjadi keburukan karena salah dalam penggunaannya. Ini seperti dijelaskan Al Hakim At Turmudzi dalam Nawadir Al Ushul.
Harta pada asalnya merupakan pendukung bagi para hamba untuk urusan agama mereka. Dengan harta mereka bisa shalat, puasa, zakat, atau sedekah. fisik tidak bisa tegak kecuali dengan harta. Amal anggota badan hanya bisa terlaksana dengan harta… karena itu, harta dengan semua karakter yangkita sebutkan, layak untuk disebut al-khoir, karena banyak kebaikan bisa terlaksana dengan harta.
Kemudian, harta disebut sebagai mal Allah (harta dari Allah). Sebutan ini mengisyaratkan agar kita menggunakan harta untuk membantu saudara kita yang membutuhkan.
Hal ini tertuang dalam firman Allah SWT pada Surat An Nur ayat 33.
Berikanlah kepada mereka harta Allah yang telah Allah berikan kepada kalian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya