Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Setelah Memiliki Anak, Sahabat Dream Harus Pintar-pintar Mengelola Keuangan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, selamat atas kelahiran anak pertama. Sungguh menyenangkan, ya, punya anak.
Sekarang kamu baru melangkahkan satu kaki di dunia yang baru. Menjadi seorang ibu. Keluarga kecilmu akan semakin ceria dengan tawa si buah hati. Tapi jangan terlena dulu ya.
Mempunyai anggota baru di tengah keluarga tentu bakal mengubah semua keadaan yang selama ini hanya dijalani bareng pasangan hidupmu. Salah satu yang harus diperhatikan adalah keuangan.
Bertambah anggota keluarga baru tentu membuat pengeluaaran rumah tangga jadi membengkak. Uang bulanan akan bertambah karena kamu harus mulai menganggarkan dana untuk membeli popok, baju, gurita, bedak, minyak bayi, dan susu bayi. Belum lagi kereta bayi dan kotak tidur bayi.
Jika tidak pintar mengelola keuangan, dompet akan “ kebakaran”.
Nah buat kamu yang baru memiliki anak atau sedang hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
![]()
Pertama, pangkas anggaran pengeluaran bulanan untuk menutup kebutuhan bayi.
Langkah pertama ini harus dilakukan, apalagi kalau ibu memutuskan untuk berhenti bekerja setelah melahirkan. Otomatis pemasukan akan berkurang. Bicarakan dengan pasangan biaya apa saja yang akan dicoret dari pengeluaran, misalnya anggaran makan di luar setiap akhir pekan.
Kedua, mulai membuat anggaran keluarga. Bukan lagi anggaran bareng sang suami saja.
Sebelum merancang anggaran ini, suami dan istri harus saling terbuka tentang keuangan. Buatlah peraturan-peraturan keuangan, misalnya tak boleh membeli barang di atas harga Rp200 ribu tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Selanjutnya, luangkan waktu untuk berdiskusi kepada pasangan tentang anggaran keuangan.
Ketiga, atur uang sesuai dengan cara yang pas untuk Anda.
Beragam cara bisa dilakukan untuk mengelola keuangan keluarga. Setidaknya ada tiga opsi yang bisa dipilih dan diterapkan untuk keuangan keluarga setelah memiliki anak.

Pilihan pertama adalah kamu dan pasangan sepakat untuk menjaga masing-masing uang, tapi sepakat untuk membayar tagihan berdasarkan pos yang ditentukan. Misalnya suami membayar cicilan rumah dan listrik, sedangkan istri kebutuhan sehari-hari seperti sabun, beras, dan lauk-pauk.
Jika terbuka dan percaya 100 persen satu sama lain, kamu bisa memilih opsi kedua yaitu menggabungkan uang bersama suami ke rekening bersama. Rekening bersama ini digunakan untuk membayar tagihan apa pun.
Cara ketiga ini khusus untuk kamu yang tetap menjaga uang dan pengeluaran masing-masing. Kalian juga membuat rekening bersama untuk membayar segala macam tagihan.
Terakhir, kamu memberikan batasan pengeluaran untuk diri sendiri dan pasangan.
Hal keempat yang harus diperhatikan adalah Sahabat Dream bisa menghemat pengeluaran untuk kebutuhan bayi sendiri. Contohnya, membeli popok kain untuk menghemat pemakaian popok. Popok kain bisa dicuci dan digunakan kembali. Jangan sungkan untuk menggunakan barang lungsuran.

Daripada membeli barang baru, lebih baik menggunakan barang-barang bekas bayi saudara, misalnya keranjang bayi. Lumayan uangnya dihemat untuk membeli susu.
Sumber: Money Advice Service, Dream
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya