Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Semakin Melemah.
Dream – Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin melemah. Bahkan hari ini, kurs dollar AS sempat bertengger di level Rp13.800.
Data Kiwoom Securities, Kamis 1 Maret 2018, menunjukan kurs rupiah terhadap dolar AS dibuka di level Rp13.786 per dolar AS. Nilai rupiah di pasar uang terus melemah dan menyentuh titik terendah di Rp13.800.
Sementara data kurs tengah Bank Indonesia (BI) melaporkan kurs tengah dolar AS hari ini sebesar Rp13.793 per dolar AS. Posisi ini melemah jika dibandingkan dengan kurs tengah pada Rabu 28 Februari 2018 yang sebesar Rp13.707 per dolar AS.
Menurut data BI, dolar AS mulai menguat ke level Rp13.700 sejak 22 Februari 2018. Saat itu, harga jual dolar berada di posisi Rp13.733, lebih tinggi dari 21 Februari 2018 yang sebesar Rp13.650.
Pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, diduga menjadi pemicu penguatan dolar AS. Di depan parlemen Amerika pada Selasa waktu setempat, Powell optimistis terhadap kinerja perekonomian Amerika Serikat dan memaparkan sejumlah data untuk memperkuat kepercayaan diri akan terjadinya inflasi.
“ Data yang kami himpun memperlihatkan ada penguatan ekonomi. Kami terus memperkuat pasar tenaga kerja. Kami juga melihat beberapa data yang bisa memperkuat kepercayaan diri bahwa akan ada inflasi,” kata Powell kepada Komite Jasa Keuangan Parlemen Amerika Serikat, dikutip dari Telegraph.
“ Kami juga melanjutkan penguatan di global dan melihat kebijakan fiskal menjadi lebih stimulatif,” lanjut Powell.
Ekonom Capital Economics, Paul Ashworth, mengatakan pidato Powell memberikan sinyal ada kenaikan suku bunga The Fed.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya