Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Semua orang tahu, terlalu banyak duduk ketika bekerja memang buruk untuk Anda. Tapi ada kebiasaan yang sama tidak baiknya dengan terlalu lama duduk ketika bekerja. Kebiasaan itu adalah bekerja sambil berdiri.
Dilansir dari Business Insider, Jumat 2 Maret 2018, sebuah riset dari Curtin University di Australia menemukan fakta bekerja sambil berdiri bukanlah alternatif yang baik untuk karyawan kantor. Riset tahun 2017 menunjukkan terlalu lama berdiri bisa berdampak buruk untuk produktivitas dan kesehatan.
Studi terhadap 20 orang ini menyebutkan karyawan yang bekerja sambil berdiri selama dua jam akan merasakan rasa tidak nyaman dan nyeri otot.
Tak hanya berdampak kepada fisik, bekerja sambil berdiri juga membuat kesehatan mental memburuk walaupun kebiasaan ini bisa memicu kreativitas seseorang untuk memecahkan masalah. Ada perasaan tidak nyaman ketika bekerja sambil berdiri.
Hal ini dibuktikan oleh penulis Business Insider, Shana Lebowitz. Dia berharap produktivitas kerja akan meningkat jika bekerja sambil berdiri. Namun kenyataannya, dia justru merasa tidak nyaman.
Tapi, ini tidak berarti duduk selama berjam-jam tidak berbahaya. Ini adalah kebiasaan yang mematikan. Kebiasaan ini bisa membuat Anda darah tinggi dan kolestrol tinggi. Penyakit ini bisa membuat kematian dini dan penyakit jantung.
Solusinya? Ya, luangkan waktu untuk berjalan-jalan atau mengendarai sepeda. Studi yang dirilis oleh Clinical Journal of the American Society of Nephrology menemukan orang-orang yang berjalan selama dua menit setiap jam punya risiko kematian 33 persen lebih rendah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya