Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Indeks ISSI Dan JII Melemah Hari Ini.
Dream - Sentimen global lagi-lagi membuat pelaku pasar dilanda kecemasan. Pemodal menghindari melantai di bursa saham dan menyeret indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali masuk zona merah.
Tekanan jual pada saham-saham pertambangan mengeruk laju hampir seluruh indeks acuan di BEI. Volume jual dan nilai transaksi yang berkurang semakin menambah berat laju indeks saham.
Dikutip dari papan perdagangan BEI, Jumat, 2 Maret 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,339 poin (0,68%) ke level 194,708. Indeks saham syariah telah melemah sejak awal perdagaang saat dibuka melemah di level 195,944. ISSI menyentuh titik terendah, di 194,416.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut merosot 3,480 poin (0,45%) ke level 770,401. Koreksi harga saham melanda hampir seluruh penghuni indeks saham unggulan syariah ini. Tercatat hanya 7 emiten bluechips yang masih jadi buruan investor.
Volume transaksi perdagangan saham syariah berkurang tajam menjadi 67,65 juta saham dengan nilai Rp4,07 triliun. Tekanan jual juga datang dari pemodal asing yang mengambil posisi melepas portofolio saham syariah senilai Rp300 miliar dan Rp247 miliar terjadi pada saham unggulan syariah.
Emiten di sektor pertambangan mengalami tekanan paling berat di jelang akhir pekan ini usai tersungkur 2,68 persen. Disusul indeks sektor properti dan perdagangan yang masing-masing melemah 1,25 persen dan 1,12 persen.
Penguatan indeks sektoral masih dialami emiten industri aneka sebesar 0,74 persen, industri dasar 0,55 persen, dan manufaktur 0,19 persen tak mampu menahan laju pelemahan perdagangan.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah ICBP yang harga sahamnya naik Rp100, ASII Rp75, TPIA Rp50, BRPT Rp40, dan WSKT Rp40.
Sebaliknya, pencetak top loser hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp825, LPPF Rp450, AKRA Rp175, INCO Rp150, dan ADRO Rp110.
Dari pasar uang, ada sedikit angin segar. Kurs rupiah terhadap dolar AS menguat tipis di perdagangan sore ini. Dollar AS tercatat melemah tipis 2 poin (0,01%) ke level Rp13.746 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A