Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Ilustrasi
Dream – Indonesia tengah merancang strategi untuk menangkap peliang ekonomi di kalangan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) . Salah satu peluang itu ada pada produk-produk kesehatan.
Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Ruddyard, dalam seminar Optimalisasi OKI untuk Peningkatan Diplomasi Ekonomi Bidang Kesehatan dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat 2 Maret 2018 mengungkapkan total pendapatan domestik negara OKI pada 2016 mencapai sekitar US$6,5 triliun (Rp89.399,77 triliun).
" OKI sangat potensial bagi diplomasi ekonomi di bidang kesehatan,” kata
Febrian mengungkapkan kalangan pengusaha dan pemerintah sedang merumuskan strategi yang tepat dalam memanfaatkan potensi ekonomi negara anggota OKI. Seluruh pihak sepakat untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional di forum OKI, terutama Indonesia memiliki potensi besar.
Saat ini tercatat hanya ada dua negara anggota OKI dengan industri vaksin yang diakui oleh Organisasai Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Selain Indonesia, satu negara lainya adalah Iran.
Indonesia memiliki keuntungan karena ditetapkan OKI sebagai lead country coordinator group untuk kerja sama obat-obatan, vaksin, dan teknologi medis, dan sebagai centre of excellence untuk pengembangan vaksin dan bioteknologi.
Selain peluang, para pemangku kebijakan dan pengusaha juga masih mencatat tantangan pengembangan industri kesehatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pasar alat kesehatan nasional yang masih didominasi produk impor.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah