Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Membludaknya jumlah penduduk usia produktif di Indonesia tak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada. Hal itulah yang memicu banyaknya pengangguran di Tanah Air.
Sebagai salah satu komitmen guna membangkitkan keterampilan demi mengembangkan karier masyarakat Indonesia di masa depan, Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan berkolaborasi untuk program pengembangan kapabilitas tenaga kerja dengan membangun CCAI Academy.
" Sejak 2016 kita sudah melakukan pelatihan ke eksternal, seperti kerja sama dengan Balai Latihan Kerja dan dinas ketenagakerjaan, serta SMK-SMK di Indonesia. Di tahun ini semakin meningkat dengan sistem yang lebih terstruktur," ucap Lucia Karina, Direktur public Affairs and Communications Coca Cola Amatil Indonesia, di Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Para karyawan CCAI nantinya akan mendapatkan pelatihan, tak hanya fungsional dan teknis, tetapi juga soft-skills dan leadership.
" Selama beberapa tahun terakhir ini kami membangun berbagai akademi untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kepemimpinan bagi karyawan yang ada di tiap fungsi perusahaan," lanjut Lucia.
Tak hanya itu, CCAI juga memberikan privat tambahan bagi para karyawan wanitanya.
" Additionalnya program pelatihan untuk female. Kami mengharapkan lebih banyak lagi wanita tangguh yang berkembang dan jadi pemimpin di CCAI ini," imbuhnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya