Transformasi Digital Dorong Fee Based Income Mandiri Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Februari 2020 19:15
Transformasi Digital Dorong Fee Based Income Mandiri Syariah
Mandiri Syariah mulai beralih ke digital.

Dream - PT Bank Mandiri Syariah mencatatkan pertumbuhan fee base income (FBI) dari lini digital. Pengembangan sejumlah fitur dalam transaksi digital Mandiri Syariah telah meningkatkan pengguna aplikasi dari perusahaan.

Sepanjang 2019, FBI yang diraih Mandiri Syariah dari pengembangan fitur digital mencapai Rp207,86 miliar. Jumlah ini naik 24,86 persen dibandingkan 2018 yang baru mencapai Rp166,47 miliar.

Lini mobile banking menjadi kontributor terbesar dari pengembangan digital Mandiri Syariah. Pertumbuhannya tercatat sebesar 88,03 persen dari Rp27,46 miliar akhir 2018 menjadi Rp51,64 miliar di akhir 2019.

" Dunia sudah merambah ke digital," kata Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza, di Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu bertranformasi ke dunia digital dengan meluncurkan fitur pembukaan rekening online, digital branch, tarik tunai tanpa kartu ATM, dan pembayaran QRIS. Menurut Reza, setiap harinya ada 1.000 akun yang dibuka melalui fitur buka rekening online.

" Rata-rata ada 1.000 akun baru (yang dibuka melalui mobile banking) setiap hari, masih jauh dari target," kata dia.

Sekadar informasi, bank ini menargetkan pembukaan rekening 3,5 juta dari mobile banking.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga memuat fitur-fitur lain, seperti pembayaran zakat, sedekah, wakaf, dan kurban. Ada juga jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, juz amma, dan kutipan hadist.

Sampai dengan Desember 2019, user Mandiri Syariah Mobile mencapai 1,05 juta pengguna dengan jumlah transaksi sebanyak 24 juta.

Pertumbuhan transaksi tertinggi berasal dari transaksi Zakat, Infaq, Sedekah & Waqaf (Ziswaf) yang naik 374 persen semula 440 ribu transaksi pada 2018 menjadi 2 juta transaksi pada 2019.

1 dari 5 halaman

Laba Bersih Mandiri Syariah Meroket 110%, Raup Rp1,28 Triliun

Dream - Keuntungan bersih PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) sepanjang 2029 meningkat dua kali lipat. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini melaporkan laba bersih senilai Rp1,28 triliun atau meroket 110,68 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Mandiri Syariah tahun lalu membukukan laba bersih senilai Rp605 miliar.

Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza menjelaskan peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan aset, dana pihak ketiga, pembiayaan, dan marjin perusahaan.

" Alhamdulillah, laba bersih kami tumbuh di atas industri," kata Reza, di Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

Diketahui Mandiri Syariah menyalurkan pembiayaan senilai Rp75,54 triliun atau tumbuh 11,5 persen dari posisi Rp67,75 triliun di akhir Desember 2018.

Mandiri Syariah diketahui menyediakan fasilitas pembiayaan segmen konsumer terdiri atas kendaraan berkah, griya berkah, produk berkah, dan mitraguna berkah.

Dari semua produk pembiayaan ini, segmen otomotif lewat Kendaraan Berkah mengalami kenaikan signifikan hingga 84,53 persen dari Rp1,54 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp2,85 triliun per Desember 2019.

Perusahaan juga bisa menekan angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett turun dari 1,56 persen pada Desember 2018 menjadi 1 persen pada Desember 2019.

Mandiri Syariah melaporkan perolehan dana pihak ketiga yang bersumber dari tabungan, deposito, dan giro tumbuh 14,10 persen dari Rp87,47 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp99,81 triliun pada Desember 2019.

Sementara khusus dana murah, (tabungan dan deposito) kenaikannya mencapai 13,49 persen dari Rp35,07 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp39,80 triliun pada Desember 2019.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Desember 2019 mencapai Rp112,29 triliun atau naik 14,19 persen dari Desember 2018 yang sebesar Rp98,34 triliun.

2 dari 5 halaman

Tambah Plafon, Mandiri Syariah Alokasikan Pembiayaan Rp1,5 T untuk Muhammadiyah

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menambah plafon pembiayaan kepada Muhammadiyah sebesar Rp500 miliar. Dengan tambahan ini, total portofolio yang disediakan sebesar Rp1,5 triliun. 

" InsyaAllah melalui penandatanganan MoU hari ini, kami akan menyediakan tambahan plafon pembiayaan sebesar Rp500 miliar sehingga total plafon yang disediakan menjadi sebesar Rp1,5 triliun," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 16 Desember 2019. 

Hingga Oktober 2019, Mandiri Syariah telah bekerja sama dalam mengembangkan 80 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Angka ini terdiri atas 39 AUM di Bidang Jasa Pendidikan, 40 AUM di Bidang Jasa Kesehatan, dan 1 AUM di sektor lainnya. Dengan total portofolio pembiayaan AUM sebesar Rp815,4 miliar. 

MoU ini sendiri mencakup kerja sama layanan cash management (liquidity solution, receivable solution dan payable solution). Pemanfaatan produk dana seperti tabungan mudharabah institusi, giro wadiah institusi dan deposito. Ada juga pemanfaatan produk pembiayaan untuk berbagai pengembangan AUM hingga penyediaan layanan Pembukaan loket Payment Point Online Bank (PPOB) pada setiap AUM.

" Dengan posisi rasio dana murah (CASA) Mandiri Syariah per November 2019 mencapai 53,20% persen dari total DPK sebesar Rp93,04 triliun, kami optimis dapat terus mendukung kebutuhan Muhammadiyah," kata dia.

Sekadar informasi, Mandiri Syariah telah dipercaya sebagai bank mitra pengelolaan keuangan di lingkungan, Pengurus dan LAZISMU. Termasuk menjadi bank mitra tunggal Muhammadiyah dan menjadi payment gateway dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) dan Muhammadiyah Online University.

" Sejalan dengan peningkatan layanan terutama electronic channel (Mandiri Syariah Mobile, Net Banking dan ATM), kami berharap kerja sama ini dapat mebawa kemudahan bagi semua pihak dan menjadi kontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," kata dia.

3 dari 5 halaman

Cuma 10 Menit! Buka Rekening Mandiri Syariah Bisa Dilakukan Online

Dream - Calon nabasah PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) yang ingin membuka rekening tak perlu lagi datang ke kantor. Mandiri Syariah kini sudah bisa melayani pembukaan rekening secara online.

Head of Digital Banking PT Mandiri Syariah, Riko Wardana menjelaskan, layanan ini hadir untuk menggaet potensi nasabah yang memang memiliki keterbatasan akses waktu untuk datang langsung ke kantor cabang.

“ Pembukaan rekening bisa dilakukan secara online. Mobile banking syariah pertama yang bisa buka rekening secara online,” kata Riko di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019.

 

© Dream

 

Riko mengatakan nasabah yang ingin membuka rekening secara online pertama kali harus mengunduh aplikasi mobile banking Mandiri Syariah. Saat baru masuk, pengguna akan diberikan pilihan sebagai pengguna baru atau nasabah existing.

Apabila nasabah baru, akan diarahkan untuk melakukan pembukaan rekening. Secara garis besar, prosesnya hampir sama dengan di kantor cabang yakni memberikan KTP dengan cara dipindai. Pihak bank kemudian akan kembali melakukan verifikasi dengan melakukan video call.

" Prosesnya total 10 menit selesai. Setelah dia selesai bisa langsung transaksi tentu ada saldo dulu. Itu kan ada menu tarik tunai juga," kata dia.

Apabila nasabah ingin mendapatkan kartu ATM dan buku tabungan, bisa memilih diambil di kantor cabang Mandiri Syariah mana melalui menu yang tersedia.

Riko berharap, dengan hadirnya layanan buka rekening online ini bisa menambah dua kali lipat nasabah baru yang setiap bulannya 50-60 ribu di seluruh kantor cabang.

" Dengan hadirnya ini diharapkan bisa double," kata dia.

4 dari 5 halaman

Bidik Nasabah Prioritas, Mandiri Syariah Tawarkan Layanan Investasi

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membidik nasabah prioritas. Bank syariah ini ingin meningkatkan penetrasi pada segmen tersebut. 

Untuk mencapai target tersebut, Mandiri Syariah menawarkan layanan investasi sharia wealth management. Layanan ini dapat dimanfaatkan nasabah dengan dana kelolaan minimum Rp500 juta. 

“ Bisnis sharia wealth management disediakan untuk membantu nasabah mewujudkan tujuan keuangannya, baik secara material maupun spiritual,” ujar Wealth Management Group Head Mandiri Syariah, Muhammad Triarso, melalui keterangan tertulis, Jumat 29 November 2019.

 

© Dream

 

Jumlah nasabah prioritas Mandiri Syariah bertambah 36 persen per September 2019. Para nasabah tersebut telah menyumbang 20 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Layanan wealth management tersedia dalam sejumlah produk investasi seperti reksa dana syariah dan sukuk. Dana yang dikelola dalam reksa dana syariah disalurkan dalam empat kategori produk yaitu pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.

5 dari 5 halaman

Kontribusi Mandiri Syariah untuk 'Sustainable Finance'

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) turut berkontribusi dalam keuangan berkelanjutan atau sustainable finance.

Bank syariah ini optimistis keuangan berkelanjutan tak hanya seputar keuntungan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan. 

“ Keuangan berkelanjutan diharapkan akan menjadi filosofi bank kami dalam menjalankan bisnis dan tata kelola perusahaan, serta pengembangan sumber daya manusia internal dan eksternal,” kata Group Head Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza, di Cirebon, Jawa Barat, ditulis Senin 18 November 2019.

Reza mengatakan, menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51 Tahun 2017 tentang Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, bank harus bisa mengimplementasikan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan sesuai dalam operasional dan bisnis.

Pihaknya juga sudah punya departemen khusus yang terfokus untuk mengkoordinasi keuangan berkelanjutan. 

Selain itu, Mandiri Syariah juga melakukan sosialisasi intensif tentang keuangan yang berkelanjutan, dari top level management sampai ke level middle.

Ada juga program tanggung jawab sosial melalui sustainable program berupa pemberdayaan masyarakat, misalnya di bidang pendidikan melalui Islamic Sociopreneur Development Program

Untuk ke depannya, Reza juga menambahkan Mandiri Syariah ingin lebih banyak adanya program-program keuangan berkelanjutan yang terus dikembangkan, seperti pengembangan produk jasa dan layanan bank yang ramah lingkungan. 

“ Harapan kami, dengan implementasi keuangan berkelanjutan ini, bisnis Mandiri Syariah terus berkembang secara berkelanjutan,” kata dia. 

(ism, Laporan: Diah Tama Yanti)

Beri Komentar