Sosok Triana Rahmawati, Perempuan Hebat Bantu Mengentas Kemiskinan Lewat Inovasi

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 22 Desember 2020 07:33
Sosok Triana Rahmawati, Perempuan Hebat Bantu Mengentas Kemiskinan Lewat Inovasi
Hal ini pernah dilakukan Triana Rahmawati, Founder Griya Schizofren & Youthproject.id.

Dream – Membantu masyarakat miskin tak harus menunggu kamu menjadi hartawan terlebih dahulu. Meski kecil, kontribusi kamu akang sangat membantu kehidupan kaum papa. Inilah yang telah dibuktikan Triana Rahmawati.

merintis Griya Schizofren dan Youthproject.id, Triana didaulat sebagai salah satu sosok perempuan yang berkontribusi besar pada upaya menekan laju kemiskinan di Tanah Air. Pengalaman itulah yang dibagian Triana saat tampil di Leadership Summit 2020, Sabtu, 19 Desember 2020 kemarin,

Tria sapaannya, menyatakan bahwa pemuda memiliki potensi besar menjadi pemimpin terbaik untuk generasinya. Hal terpenting bagi pemuda adalah mengetahui potensi unik dalam dirinya.

Sayangnya, masih banyak pemuda yang belum mau bergerak padahal sudah tahu harus berbuat apa untuk bangsanya.

“ Di era pandemi ini pemuda mesti bisa mengambil keputusan dengan tepat. Ia  harus memiliki kemampuan untuk mengubah dan mengedukasi dirinya tentang apa yang terjadi hari ini dan harus melakukan apa untuk membantu mengatasi masalah yang ada,” tegas Tria di hadapan 57 penerima manfaat Beasiswa aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Angkatan 10.

1 dari 6 halaman

Mampu melihat peluang

Triana Rahmawati© Dompet Dhuafa

Tria yang pernah menyabet Kartini Milenials Awards menyampaikan jika pemuda terkhusus perempuan harus berdaya. Menurutnya, perempuan adalah pencetak peradaban di Indonesia. Seorang perempuan harus memiliki pemikiran luas dan mampu melihat peluang strategis untuk memberdayakan orang lain.

Ia menuturkan perempuan memiliki kemampuan menggerakan masyarakat melalui kegiatan dari sektor terkecil rumah tangga. Rumah adalah tempat pertama melakukan perubahan dan perempuan memiliki jaringan motherhood yang kuat saling sokong satu sama lain.

“ Dengan kemampuannya tersebut sejak lama perempuan telah meminimalisasi tingkat kemiskinan, meskipun skalanya tidak besar namun secara konsistensi terus berjalan dan kehadirannya terasa hingga saat ini,” ujar Tria.

2 dari 6 halaman

3 poin penting

Leadership Summit 2020© Dompet Dhuafa

Tria yang sukses dengan Griya Schizofrennya ingin mengajak pemuda berkontribusi nyata  merangkul mereka yang dianggap tak berdaya tetapi memiliki kemampuan luar biasa.

“ Hubungan kemiskinan dan kejiwaan ternyata erat kaitannya, hanya saja banyak yang meremehkan orang dengan masalah kesehatan jiwa, padahal mereka pintar dan mampu berdaya untuk dirinya juga komunitasnya,” terang Tria.

Menurut Tria ada tiga poin penting agar pemuda paham cara menggapai tujuannya yaitu pemuda memiliki bio power yang harus dimanfaatkan supaya bisa terus bergerak, berinovasi, berkontribusi, dan berdaya; self leadership pemuda harus jalan, dan skill adaptif yang dimiliki membuat pemuda terus berkembang.

“ Jangan merasa nyaman lalu tertinggal, no pain no gain untuk  mendapatkan impian-impian kita. Hidup itu mengambil konkuesni yang bisa kita ukur,” pesan Tria.(Sah)

3 dari 6 halaman

Puput Hidayat, Sosok di Balik Masuknya Jutaan UMKM ke Dunia Digital

Dream - Puput Hidayat menjadi salah satu figur perempuan Indonesia yang fokus membantu kemajuan pelaku usaha khususnya UMKM melalui pemanfaatan teknologi. Perempuan berusia 32 tahun ini bekerja sebagai Head of Product (Physical Goods) Tokopedia.

“ Teknologi punya peran besar dalam membantu masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia. Hal ini tentu harus didukung kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi untuk, salah satunya menjalankan bisnis,” ujar Puput, dalam jumpa pers virtual pada Rabu, 30 September 2020.

Ketertarikan Puput terhadap dunia teknologi muncul sejak kuliah. Ia kemudian mulai meniti karir di bidang digital.

Pada Juni 2019, Puput bergabung dengan Tokopedia, yang memiliki kesamaan misi dalam mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Saat ini, Puput memimpin sekitar 15 Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) di Tim Product Tokopedia.

4 dari 6 halaman

Ragam kampanye dijalankan


Tokopedia© Tokopedia

Puput bersama tim menghadirkan berbagai inovasi agar pegiat usaha di Indonesia dapat menjalankan bisnis dengan lebih mudah.  Misalnya, inovasi pada toko penjual dimana mitra Tokopedia bisa mempersonalisasi tampilan toko agar lebih menarik.

Penjual juga dapat menampilkan kampanye, produk unggulan, serta promo yang sedang berlangsung di tokonya.

Sementara dari sisi produk, penjual bisa menambahkan atau menyunting produk yang diunggah pada toko dengan lebih mudah.

Inovasi terkait kampanye juga banyak dilakukan terutama di tengah pandemi demi membantu para penjual meningkatkan produktivitasnya.

Puput dan tim menghadirkan program seperti Kejar Diskon, Flash Sale, voucher diskon serta peluncuran produk khusus.

5 dari 6 halaman

#JagaEkonomiIndonesia

Saat pandemi, Tokopedia telah menghadirkan berbagai kampanye yang salah satu fokusnya untuk membantu akselerasi adopsi digital para pelaku usaha lokal, seperti #JagaEkonomiIndonesia.

“ Kampanye ini merupakan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Tim Product Tokopedia. Kami berinovasi dalam hal membantu penjual bertransisi dari offline ke online dengan lebih mudah dan memastikan platform Tokopedia bisa menerima sebanyak-banyaknya penjual baru," jelas Puput.

" Selain itu, kami juga memberikan kemudahan bagi para penjual untuk mengunggah produk dalam waktu singkat,” tambahnya.

Selain #JagaEkonomiIndonesia, selama pandemi, Puput dan tim juga berperan dalam menghubungkan para pegiat usaha lokal dari berbagai sektor, baik yang sudah maupun baru mulai menciptakan peluang bisnisnya, dengan masyarakat, lewat gerakan Bangga Buatan Indonesia dan #SatuDalamKopi.

Berbagai inisiatif yang dihadirkan tersebut mendorong antusiasme masyarakat untuk mulai menciptakan peluang bisnis daring lewat Tokopedia, khususnya selama pandemi.

Ada penampahan 2 juta penjual sebelum pandemi

Per Agustus 2020, terdapat lebih dari 9 juta penjual di Tokopedia, yang hampir 100 persennya berjeni susaha UMKM. Sebanyak 94 persen dari para seller ini bahkan masuk dalam skala penjual berskala ultra mikro.

Artinya, ada penambahan lebih dari 2 juta penjual sejak sebelum pandemi Januari 2020 lalu.

Menurut Puput, kebutuhan pengguna adalah acuan dalam menciptakan inovasi, “ Pengalaman masyarakat dalam menggunakan produk, kegunaan produk serta dampak produk terhadap bisnis para penjual merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah produk.”

6 dari 6 halaman

Bisa membantu para pegiat UMKM

Puput Hidayat© Tokopedia

Di sisi lain, Puput membagikan beberapa kemampuan yang harus dimiliki Tim Product Tokopedia, seperti hard skill, yaitu pemahaman UI dan UX, pemahaman sistem dan pengembangan aplikasi serta kecepatan dalam mengadopsi teknologi.

“ Selain kemampuan teknis, Tim Product Tokopedia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi untuk mengatasi setiap permasalahan, berpikir kritis serta mengedepankan rasa empati agar setiap produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan para penjual,” tambah Puput.

Bisa membantu para pegiat UMKM

Puput berharap apa yang dilakukan bersama tim dapat membantu menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM di Indonesia saat ini.

“ Dengan terus berkolaborasi dan berinovasi, Tokopedia berharap dapat membantu lebih banyak pegiat usaha lokal beradaptasi di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi. Hal ini demi memulihkan perekonomian Indonesia yang saat ini terdampak pandemi,” tutup Puput.

Beri Komentar