Menguat Tipis, Indeks Syariah Tinggalkan IHSG yang Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 5 Juli 2019 16:53
Menguat Tipis, Indeks Syariah Tinggalkan IHSG yang Melemah
Bagaimana dengan rupiah dan IHSG?

Dream - Indeks syariah berhasil keluar dari tekanan aksi jual investor di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah. Aksi borong pemodal pada saham-saham bluechips syariah mendorong tiga indeks syariah naik tipis. 

Sentimen tren turun yang melanda pasar modal Indonesia membuat investor agak menjauh dari pasar modal Indonesia. Ditambah kondisi bursa regional yang tak membawa angin segar bagi investor. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 5 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik terbatas 0,039 poin (0,02%) ke level 186,661. Meskii bergerak melemah di sesi pra-pembukaan, ISSI sempat melaju positif saat perdagangan di mulai dengan bertengger di level 186,669.

ISSI sebetulnya melaju positif sepanjang sesi pagi dengan menutup perdagangan di level 186,762. Aksi jual mulai terjadi di sesi perdagangan siang. ISSI mulai bergerak fluktuatif dan berulang kali jatuh ke zona merah. 

Masih adanya aksi beli jelang sesi penutupan berhasil mengangkat ISSI ke zona hijau meski hanya naik tipis. 

Pasokan tenaga pada perdagangan jelang akhir pekan ini berasal dari pergerakan saham-saham unggulan syariah. Bergerak menguat sepanjang perdagangan, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,883 poin (0,27%) ke level 690,723.

Tak seperti JII, Indeks JII70 hanya menanjak tipis 0,222 poin (0,09%) ke level 227,879.

Posisi berbeda dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis 2,490 poin (0,04%) ke level 6.373,477.

1 dari 5 halaman

Rupiah Stagnan

Investor mengerem diri untuk melantai di bursa. Mereka cenderung menjual saham di sektor industri aneka, keuangan, dan pertanian. Ketiga indeks ini terkoreksi masing-masing sebesar 1,12 persen, 0,56 persen, dan 0,55 persen.

Sebaliknya, indeks barang konsumnsi meningkat 0,75 persen, industri dasar 0,68 persen, dan manufaktur 0,43 persen.

Harga saham ITMG meningkat Rp600, CPIN Rp575, UNTR Rp325, HEXA Rp230, dan KJEN Rp145.

Sebaliknya, harga saham JECC turun Rp450, FISH Rp430, POLU Rp300, INTP Rp200, dan TPIA Rp160.

Pada 16.14, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak berubah alias stagnan di level Rp14.107 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Asing Rem Aksi Jual Saham, Indeks Syariah Naik Terbatas

Dream - Indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada sesi penutupan perdagangan, Kamis 4 Juli 2019. Sentimen membaiknya laju bursa saham regional membuat investor mulai berani berburu saham. 

Namun pergerakan tersebut relatif tertahan karena posisi pemodal asing yang tak jelas. Meski nett sell asing membaik, namun posisi asing dalam perdagangan dua hari terakhir membingungkan pelaku pasar. 

Penguatan indeks saham syariah ini sayangnya tidak berlaku untuk salah satu indeks bluechip syariah.

Tercatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat terbatas dengan kenaikan 0,393 poin (0,21%) ke level 186,622. Meski sempat sekali terpeleset ke zona hijau, ISSI bergerak fluktuatif di teritori positif sepanjang perdagnagan.

ISSI bergerak menguat ke level 186,258 di sesi pra-pembukaan. Laju penguatan terus berlanjut sampai sesi pembukaan saat ISS bertengger di level 186,236. Posisi tertinggi ISSI dicetak di level 186,830.

Penguatan juga dicetak indeks syariah paling bungsu di BEI, JII70, yang menanjak 0,341 poin (0,15%) ke level 227,657.

Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 13,345 poin (0,21%) ke level 6.375,967.

Satu-satunya indeks syariah yang masih mengalami tekanan adalah Jakarta Islamic Index (JII). Indeks  berisi 30 emiten unggulan syariah ini melaju lemah 0,297 poin (0,04%) ke level 688,840.

3 dari 5 halaman

Sentimen Kurang?

Walaupun aliran modal asing masuk, investor masih enggan melantai di bursa. Indeks sektor infrastruktur menguat 0,88 persen, properti 0,65 persen, dan barang konsumsi 0,37 persen.

Indeks sektor industri dasar melemah 0,45 persen, pertanian 0,10 persen, dan perdagangan 0,09 persen.

Indeks industri aneka cenderung stagnan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLU yang harga sahamnya naik Rp325, PRDA Rp80, LPCK Rp250, PCAR Rp200, dan JAST Rp170.

Yang menjadi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp550, INTP Rp250, FIRE Rp230, INDR Rp140, dan FISH Rp130.

Pada 16.10, nilai tukar rupiah berbalik menguat. Kurs dolar AS turun 4 poin (0,03%) ke level Rp14.111 per dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi akibat dana asing yang masuk ke pasar Asia, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Melemah, Saham Sektor Komoditas Terjun Bebas

Dream - Indeks syariah gagal menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 3 Juli 2019. Kurangnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa dan melakukan aksi ambil untung.

Sinyal positif yang tak jelas dari bursa regional memaksa investor menjauh dari lantai bursa. Aksi beli dilakukan selektif untuk menghindari koreksi lebih dalam.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 1,231 poin (0,66%) ke level 186,229. Sejak awal perdagangan, laju ISSI memang telah bergerak lemas dan bertahan di zona negatif hingga sesi penutupan.

ISSI memulai sesi pra pembukaan perdagangan dengan melemah ke level 186,873. ISSI hanya sanggup mneyentuh level tertingginya di 187,448.

Koreksi juga dialmai indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,447 poin (0,49%) ke level 689,137. Sementara Indeks JII70 merosot 1,373 poin (0,60%) ke level 227,316.

Minimnya aksi beli investor menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk zona negatif. IHSG terkoreksi 22,276 poin (0,35%) ke level 6.363,622.

5 dari 5 halaman

Duh, Rupiah Melemah

Investor beramai-ramai menjual sahamnya, terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Kedua indeks sektoral ini anjlok 3,49 persen dan 1,11 persen.

Penguatan indeks barang konsumsi sebesar 0,24% dan manufaktur 0,01 persen tak bisa menahan laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya meningkat Rp290, POLU Rp290, PRDA Rp230, FISH Rp150, dan HRME Rp114.

Sebaliknya, saham BYAN melorot Rp2.375, BRAM Rp900, AALI Rp300, FIRE Rp230, dan UNTR Rp225.

Pada 16.05, rupiah melemah tipis. Kurs dolar AS menanjak 8 poin (0,06%) ke level Rp14.133 per dolar AS.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya