Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
CEO Starbuck, Howard Schultz, Mengaku Sempat Down Saat Menjalankan Usaha Kedai Kopi Di Starbucks. (Sumber: Merdeka.com)
Ucapan ini dilontarkan ketika bisnis kedai kopi CEO Starbucks, Howatrd Schultz belum berkembang.
Dream - Tak hanya kegagalan, rasa putus asa pun kerap dialami oleh orang sukses. Bahkan, perasaan itu datang sebelum mereka meraih kesuksesan berbisnisnya.
Perasaan ini pun pernah dialami oleh seorang CEO Starbucks, Howard Schultz.
Dilansir dari Hufftington Post, Senin 20 Juni 2016, Schultz mengatakan dia merintis usaha Starbuck. Saat bisnis kopinya belum semaju sekarang dan bekerja tanpa digaji di kedainya, Schultz mengaku dibayangi rasa putus asa, terlebih setelah ayah mertua memintanya untuk berhenti.
"Ini waktunya kamu menghentikan hobi ini dan mencari pekerjaan lain," kata dia sambil menirukan ucapan mertuanya.
Perkataan ini, kenang Schultz, membuatnya menangis karena malu.
Schultz pun membahas pembicaraan mertuanya itu kepada istri Schultz, Sheri Schultz. Namun, apa reaksinya?
"Dia bilang, 'Kita mengikuti mimpi yang kamu miliki. Kita akan menumbuhkannya'," kata Schultz.
Dia mengatakan usaha kedai kopinya tak akan maju seperti sekarang jika Sheri tidak mendukung mimpinya. Momen ini digunakan oleh Schultz untuk menyarankan orang tua untuk mendukung anak mereka untuk menggapai mimpi mereka.
"Kami akan menolong jika diperlukan. Tapi, kamu seharusnya mengikuti mimpimu, gairah hidupmu, dan membuat (mimpimu) terwujud," kata Schultz.