Upaya Pemerintah Jadikan Indonesia Kekuatan Terbesar Ekonomi Syariah Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 6 April 2021 07:13
Upaya Pemerintah Jadikan Indonesia Kekuatan Terbesar Ekonomi Syariah Dunia
Indonesia memiliki potensi besar untuk ekonomi syariah.

Dream – Saat ini, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ditambah, Indonesia juga berpotensi sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia.

Pada Senin 5 April 2021, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk mendukung potensi ekonomi syariah Indonesia. Salah satunya adalah memperluas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi Syariah.

Selain itu, pemerintah melebur tiga bank syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia.

“ Melalui penggabungan tersebut, diharapkan BSI bisa melayani seluruh lapisan masyarakat terutama transaksi domestik maupun global, dari skala kecil UMKM sampai skala besar, di tingkat korporasi dalam maupun luar negeri,” ujar Ma’ruf Amin Wakil Presiden Indonesia dalam webinar " Sharia Fair 2021" Senin, 5 April 2021.

Target capaian dan indikator utama pengembangan ekonomi syariah, yaitu pada peningkatan skala ekonomi syariah, peningkatan peringkat Indonesia dalam Islamic Economic Indeks, peningkatan kemandirian ekonomi dan perbaikan indeks kesejahteraan.

1 dari 2 halaman

Empat Fokus Pemerintah

Kata Ma’ruf, besarnya potensi pengembangan ekonomi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan dengan optimal, empat fokus pemerintah saat ini. Keempat fokus itu adalah pengembangan industri produk halal, pengembangan industri produk syariah, dan pengembangan dana sosial syariah, serta perluasan usaha syariah agar dapat segera diimplementasikan.

Pemerintah juga mendorong pengembangan pencatatan perdagangan produk halal Indonesia, pengembangan sertifikasi produk halal, dan produk halal expor yang mudah, efisien dan efektif, juga berikut pengembangan kodifikasi data industri halal, agar statistik perdagangan produk Indonesia akan tercatat dengan lebih baik.

Namun saat ini masih terjadi beberapa kompleksitas, yaitu belum idealnya link and match antara ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, kemudian koordinasi lintas lembaga belum terjalin dengan baik, dan ingklusi juga literasi masih belum ideal.

“ Peluncuran Brand Ekonomi Syariah sebagai satu logo symbol milik negara, yang dapat digunakan untuk menyatukan kebersamaan dalam seluruh kegiatan, yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi Syariah di Indonesia,” imbuh Ma'ruf.

2 dari 2 halaman

Literasi Perlu Ditingkatkan

Ia juga menjelaskan dapat digunakan untuk peningkatan literasi, edukasi serta sosialisasi ekonomi dan keuangan syariah yang masif, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan masyarakat akan ekonomi dan keuangan syariah.

“ Yang diperlukan saat ini, tinggal koordinasi semua pihak untuk memanfaatkan besarnya potensi yang masih belum tereksplor maksimal,” ujar Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Raharjo, dalam kesempatan yang sama.

Sedangkan sektor yang paling potensial untuk memajukan yaitu, pertanian terintergrasi, industri makanan dan fashion, energi terbarukan, serta pada pariwisata yang halal.

(Laporan: Radhika Nada)

Beri Komentar