Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tumbang setelah tersengat sentimen jatuhnya indeks Wall Street. Sentimen domestik yang kurang menyenangkan juga menambah tekanan di lantai bursa.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu, 28 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,283 poin ke level 170,920.
Laju ISSI hingga 30 menit waktu perdagangan masih terus tertekan meski mulai membaik. ISSI tergerus 0,180 poin (0,11%) ke level 171,023.
Sebanyak 56 emiten syariah masih sanggup bertahan di zona hijau meski lantai bursa diwarnai sentimen negatif. Namun 63 emiten ISSI sudah bergerak melemah dan 43 lainnya stagnan.
Di awal perdagangan ini, sudah 5,29 miliar saham yang ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 541,56 miliar.
Pembukaan di zona merah juga melanda saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 1,752 poin ke level 705,957.
Pelaku pasar yang melakukan aksi balik badan membuat separuh penghuni JII, atau 15 emiten, melaju lemah. Hanya 8 emiten yang sanggup melawan tren pelemahan dan 7 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham unggulan syariah ini telah mencapai 1,58 miliar dengan nilai Rp 362,52 miliar.
Hingga 30 menit waktu perdagangan bursa, JI masih tertekan dengan melemah 1,191 poin (0,17%) ke level 706,518.
Secara umum, lantai bursa pagi ini memang dilanda tekanan aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 4,928 poin (0,09%) ke level 5.272,221 pada sesi pra pembukaan.
IHSG masih belum bisa berbuat banyak di sesi pembukaan usai turun 9,439 poin (0,18%) ke level 5.271,690. Saat ini, IHSG terpantau masih lemehan 2,22 (0,04%) ke level 5.275,107.
Emiten di sektor komoditas menjadi tempat pelaku pasar melakukan aksi spekulasi. Indeks saham pertambangan dan pertanian menguat masing-masing 0,36 persen dan 0,27 persen.
Kenaikan tertinggi dialami emiten sektor perdagangan yang naik 1,02 persen.
Lantai bursa pagi ini sudah dibanjiri dana hingga Rp 988,07 miliar dari aksi jual beli 10,67 miliar saham. Pemodal asing mulai sedikit melepas portofolionya dengan mencetat nett sell sekitar Rp 56,96 miliar.
Advertisement