Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Operator Pemakaman Di Jepang Punya Layanan Yang Unik. (Foto: Ilustrasi Pemakaman/Shutterstock)
Dream – Di Jepang, ada bisnis yang unik nan nyentrik di bidang pemakaman. Operator rumah duka di Perfektur Nagano, Jepang, memberlakukan layanan unik bagi tamu pemakaman.
Laiknya sebuah rumah restoran cepat saji, pengelola makan ini memberikan layanan drive thru bagi para pengunjungnya.
Seperti apa layanannya?
Dilansir dari The Japan Times, Sabtu 9 September 2017, sebuah operator pemakaman di Jepang, Kankon Sousai Aichi Group, di Nagano, Jepang, menyebut layanan ini pertama kalinya di Jepang dan akan dirilis di Nagano pada Desember ini.
Layaknya servis drive thru di restoran, tamu pemakaman membuka kaca mobil, lalu membubuhkan tanda tangan kehadiran di layar panel elektronik dan memberikan donasi uang duka cita.
Dengan cara ini, penyelenggara pemakaman dan keluarga almarhum bisa memonitor jumlah tamu yang hadir.

Pimpinan Kankon Sousai Aichi Group, Masao Ogiawara, berkata kepada The Japan Times bahwa layanan ini bertujuan untuk memudahkan orang tua dan penyandang disabilitas untuk menghadiri pemakaman.
© Dream
Dia mengatakan upacara pemakaman dilakukan pada siang hari atau sore hari.
“Layanan ini bisa menghemat seperempat atau seperlima dari waktu yang dibutuhkan untuk menghadiri pemakaman biasa,” kata Ogiwara.
Mereka yang sibuk bekerja, bisa menghadiri upacara pemakaman tanpa khawatir dengan ketentuan berpakaian hitam atau waktu.
Ogiwara mengatakan pemakaman adalah bisnis yang besar di Jepang dan permintaan pemakaman yang sederhana menjadi lebih tinggi seiring dengan tingginya angka kematian di Jepang.
Berdasarkan National Institute of Population and Social Security Research, angka kematian di Jepang diprediksi mencapai 1,43 juta jiwa pada 2020 dan meningkat menjadi 1,53 juta jiwa pada 2025.
“Saya sudah lama berbisnis di sini dan melihat betapa memberatkannya orang tua dan pengguna kursi roda untuk menghadiri pemakaman. Layanan baru ini akan memungkinkan orang-orang yang tinggal di rumah untuk pergi keluar dan mengucapkan selamat tinggal untuk teman dan keluarganya,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?