Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wawancara Kerja. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sangat mudah untuk memberi tahu teman tentang cara bernegosiasi gaji ketika mendapatkan panggilan kerja. Tapi, bagaimana kalau masalah negosiasi terjadi pada Anda?
Tentunya pemikiran “ jangan lakukan apa pun yang merusak negosiasi”. Ketika meminta sahabat Anda untuk menarik napas dalam-dalam dan santai, itu reaksi yang turut Anda ketika melakukan negosiasi gaji.
Ya, negosiasi gaji ini memang wajar dilakukan selama wawancara kerja berlangsung dan perusahaan pemberi kerja mengharapkan ada negosiasi gaji selama wawancara berlangsung. Menurut Salary.com, 84 persen perusahaan mengharapkan pelamar kerja menegosiasikan gaji selama wawancara kerja berlangsung.
Tapi, tahukah Anda kalau perusahaan juga sama cemasnya dengan pelamar kerja ketika wawancara kerja. Manajer pewawancara kerja khawatir kandidat tidak menerima penawaran yang diberikan perusahaan. Mereka juga cemas kehilangan kandidat potensial yang dipilih.
Penasaran apa yang dicemaskan oleh pewawancara selama negosiasi gaji berlangsung?
Dilansir dari themuse.com, Selasa 9 Mei 2017, ada dua hal yang dipikirkan oleh HRD ketika melakukan negosiasi gaji.
Pertama, adalah pewawancara berharap perusahaan bisa membayar kandidat terpilih ketika telah terpilih. Biasanya perusahaan menawarkan gaji yang sedikit lebih banyak ketika kandidat bernegosiasikan gaji. Diam-diam mereka juga cemas dan menunggu kandidat terpilih menerima penawaran pekerjaan.
Perusahaan dan pemberi kerja khawatir target mereka akan diambil oleh perusahaan lain, terutama kompetitor yang menawarkan gaji yang lebih tinggi.
Kedua, perusahaan cemas saat mengetahui seorang kandidat incaran, mendapatkan banyak penawaran pekerjaan. Kecemasan ini memberikan keuntungan bagi pelamar kerja—yang mendapatkan penawaran kerja lebih dari satu perusahan, untuk menjual mahal diri di depan perushaan yang bersangkutan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya