10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Pegawai BNI Syariah
Dream - Dalam kondisi ekonomi yang tengah melambat di tahun 2015, PT BNI Syariah mampu menjaga kinerjanya. Tercatat, anak usaha BNI ini mampu mencetak laba Rp 228,52 miliar, tumbuh 39,98 persen dibanding setahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano dalam acara The Journey of Hasanah di Kantor BNI Syariah, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.
" Alhamdulillah dalam mengakhiri tahun 2015, BNI Syariah mencatat aset sebesar Rp 23,01 triliun atau tumbuh 18,09 persen. Hal ini disertai dengan laba yang terbentuk sebesar Rp 228,52 miliar atau tumbuh 39,98 persen," ujar Dinno.
Sepanjang tahun lalu, BNI Syariah berhasil meraup dana murah, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga Rp 19,3 triliun. Dana itu berupa Giro senilai Rp 1,5 triliun (tumbuh 6,4 persen), tabungan Rp 7,4 triliun (tumbuh 24,4 persen), deposito Rp 10,4 triliun (tumbuh 17,26 persen). Komposisi dana murah terhadap seluruh aset perusahaan sendiri mencapai 46 persen.
Kondisi ekonomi yang melemah sayangnya membuat tingkat pembiayaan macet (Non Performing Financing), BNI Syariah justru meningkat. Dinno menyebutkan terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 1,86 persen. Tahun ini NPF BNI Syariah mencapai 2,53 persen.
" NPF tahun 2014 1,86 persen, di tahun 2015 seperti kita tahu industri sedang mengalami keterpurukan termasuk bank syariah dan bank umum. Tahun 2015 2,53 persen, ini naik cukup tinggi," jelasnya.
Porsi terbesar penyumbang peningkatan NPF berasal dari pembiayaan komersial. Pembiayaan consumer juga diakui mengalami kenaikan.
" Consumer ada kenaikan tapi paling besar di komersial. Cuma masih jauh jika dibandingkan industri yang sebesar 4-5 persen," tandasnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli