Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Realisasi investasi tahun 2015 meningkat 17,8 persen atau sebesar Rp 545,5 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini melebihi target tahun 2015 yang dipatok Rp 519,5 triliun.
Data yang dilansir Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), komposisi realisasi investasi yang terdiri dari PMDN meningkat 15% menjadi Rp 179,5 triliun. Sementara itu, PMA juga meningkat 19,2% menjadi Rp 365,9 triliun.
Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani, capaian realisasi investasi tahun 2015 yang melampaui target merupakan sesuatu yang patut diapresiasi, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
“ Kinerja investasi tetap menunjukkan geliat ditandai dengan pertumbuhan yang memberikan dampak berganda, antara lain peningkatan penyerapan lapangan kerja, memperlihatkan kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi dan politik Indonesia, serta prospek pertumbuhan ekonomi ke depan dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Capaian positif ini, tambah Franky, memberikan optimisme prospek investasi Indonesia ke depan masih cukup baik. Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan dengan berbagai pilihan insentif investasi, penyederhanaan perizinan dan berbagai kemudahan pada investor, termasuk fasilitasi atas permasalahan yang dihadapi investor.
“ Perkembangan yang terakhir adalah BKPM telah meresmikan Layanan Izin Investasi 3 Jam dengan 9 produk pada hari Senin, 11 Januari 2016 yang lalu,” tambahnya lagi.
Dari data BKPM, realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2015 menyerap tenaga kerja sebanyak 1.435.711 orang, atau naik 0,3% dibandingkan periode yang sama Tahun 2014, sebesar 1.430.846 orang. Tahun ini, BKPM menargetkan angka ini dapat menembus level 2 juta orang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya