Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Pasar modal Indonesia masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dalam jangka panjang jika dilihat dari penetrasi pasar terhadap perekonomian domestik. Namun potensi ini tertutup oleh pemahaman yang salah dari masyarakat.
Sampai kini masih banyak anggapan di masyarakat yang menilai bahwa investasi di pasar modal merupakan sesuatu hal yang rumit, berisiko, dan mahal. Padahal investasi di pasar modal itu sebetulnya mudah, terencana dan murah.
Dari beragam produk investasi potensial, reksa dana bisa menjadi pilihan. Reksa dana dirancang sebagai sarana menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.
Bagi otoritas bursa, reksa dana diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 23 Desember 2015, ada 1.083 produk reksa dana yang terdaftar di OJK dengan jumlah total Nilai Aktiva Bersih (NAB) senilai Rp 268,44 triliun dan 181,94 miliar unit penyertaan dari 15 jenis reksa dana. Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data per akhir 2014 dengan 894 produk reksa dana yang terdaftar di OJK dan jumlah total NAB yang tercatat sebanyak Rp241,57 triliun dari 142,72 miliar unit penyertaan.
Melihat potensi tersebut serta memacu minat kalangan masyarakat umum untuk berinvestasi di produk reksa dana di Indonesia, otoritas psar modal Indonesia, BEI, KPEI, dan PT KSEI, bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), dan didukung oleh OJK akan menyelenggarakan Pesta Reksa Dana 2016.
Dari keterangan pers, yang dikutip Dream, Selasa, 26 Januari 2016, Pesta Reksa Dana 2016 akan menjadi sarana peningkatan edukasi pasar modal secara langsung kepada masyarakat dan sarana peningkatan utilitas produk pasar modal. Melalui acara ini, masyarakat dapat membuka rekening reksa dana on the spot selama acara berlangsung.
Selain itu, diharapkan ke depannya dengan semakin menambah jumlah pemodal di pasar modal domestik maka akan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar modal. Pameran ini juga akan mengangkat tema Yuk Nabung Reksa Dana.
Konsep menabung dalam Yuk Nabung Reksa Dana masih sama dengan konsep menabung dalam Yuk Nabung Saham yakni mengacu pada paradigma masyarakat Indonesia yang masih berpegang pada budaya menabung (saving society).
Pesta Reksa Dana 2016 sendiri akan berlangsung di Lobby dan Main Hall Gedung BEI, Jalan Jend. Sudirman Jakarta mulai 27-30 Januari 2016.
Acara ini terbuka untuk umum, tidak dipungut biaya apapun, dan tanpa pendaftaran peserta. Acara ini dikemas dalam bentuk yang sangat menarik, dengan menargetkan 1.000 orang per hari dengan sasaran calon investor ritel khususnya ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan, akademisi, profesional, dan masyarakat umum.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan