Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Membanjirnya aksi beli investor asing di awal pekan mendorong bursa syariah menguat signifikan. Seluruh indeks sektoral juga ditutup dilanda penguatan.
Sentimen aksi beli asing ini semakin diperkuat dengan kondisi regional yang relatif aman. Fluktuatif harga minyak mentah dunia memang sempat membuat cemas pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,914 poin (0,65%) ke level 141,628. Level penutupan ini sedikit lebih rendah dari sesi pembukaan seiring munculnya aksi jual investor.
Penutupan positif juga dibukukan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 4,733 poin (0,80%) ke level 595,407.
Kedua indeks acuan saham syariah ini cukup nyaman bergerak di zona hijau. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi di 142,337.
Meski menguat, transaksi perdagangan saham syariah relatif berjalan normal. Hanya ada transaksi senilai Rp 2,82 triliun dengan 24,86 miliar.
Aksi beli mendorong 102 saham syariah menutup awal pekan di zona positif. Sisanya, 69 emiten ISSI turun melemah dan 52 lainnya bertahan stagnan.
Lebih dari separuh penghuni indeks JII juga ditutup menguat. Walaupun 10 lainnya masih tertekan aksi jual.
Investor awal pekan ini tampaknya berburu saham-saham disektor industri aneka yang memimpin penguatan hingga 3,13 persen. Disusul barang konsumsi 1,31 persen dan keuangan 1,14 persen.
Emiten pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 600. Diikuti INTP Rp 525, ITMG Rp 300, AALI Rp 250, dan ASII Rp 225 per saham.
Sebaliknya, top losser indeks JII diisi emiten ICBP yang terkoreksi Rp 350, LPPF Rp 300, INDF Rp 100, SILO Rp 75, dan SMGR Rp 50 per saham.
Dengan dana mengalir ke lantai bursa hingga Rp 4,4 triliun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup signifikan. IHSG nai 49,044 poin (1,10%) ke level 4.505,788.
Dana asing awal pekan ini berperan cukup vital dalam mengangkat bursa saham Indonesia. Setelah 8 hari melakukan aksi jual, awal pekan ini asing justru membukukan nett buy hingga Rp 370 miliar.
Sementara di pasar keuangan, kurs rupiah tak bisa lepas dari tekanan. Sempat menguat, rupiah sore ini turun tipis 4 poin (0,03%) ke level 13.849 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya