Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Pengurus Tabungan Gemah Ripah Tengah Menimbang Sayuran Masyarakat (Dok. Humas APU)
Dream - Masyarakat Dusun Baran dan Mundu, Kelurahan Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah bisa dibilang masyarakat mandiri. Mereka tidak lagi merasa perlu membeli sayuran, melainkan cukup mengambil dari pekarangan masing-masing.
Ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Peduli Ummat melalui program Indonesia Gemilang. Program itu mengajak masyarakat Dusun Baran dan Mundu untuk memanfaatkan pekarangan mereka menjadi dapur hidup.
Program ini cukup berhasil, banyak masyarakat dusun yang sudah memanfaatkan sayuran hasil tanaman mereka sendiri. Tetapi, masalah belakangan muncul ketika jumlah panen berlebih.
Akibatnya, masyarakat kebingungan bagaimana cara memanfaatkan hasil panen tersebut. Melihat hal itu, anggota Dai Sahabat Masyarakat (Dasamas) APU Ustaz Herman berinisiatif membuat gerakan berupa Tabungan Gemah Ripah.
Melalui tabungan ini, masyarakat menyetorkan hasil panen mereka kepada pengurus. Pengurus akan mencatat hasil panen masing-masing orang dalam buku tabungan yang nantinya dibawa oleh penyetor.
Para pengurus kemudian memilah sayuran yang terkumpul dan menjualnya ke pasar atau tengkulak. Hasil penjualan itu menjadi tabungan masing-masing penyetor yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.
Tabungan ini ternyata membawa manfaat begitu besar terhadap masyarakat. Bahkan ada beberapa orang yang sudah memiliki saldo tabungan sayurnya mencapai jutaan rupiah.
Operasional tabungan ini dimulai setiap sore menjelang maghrib hingga setelah Isya. Ini lantaran di pagi dan siang hari, masyarakat sibuk dengan aktivitas mereka mengurus sawah dan ladang masing-masing.
Sumber: humas APU.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya