Dream - Aksi terorisme yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, tidak memberikan dampak yang signifikan bagi iklim investasi di tanah air. Hal ini disampaikan President Director PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Muhammad Hanif di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2016.
" Aksi terorism kemarin, kita lihat tidak bepengaruh, kita malah growing di 3 minggu pertama ini, dan itu cukup melegakan," ujarnya.
Menurut Hanif, para investor dalam negeri cukup tahan terhadap isu terorisme. Apalagi, bertepatan dengan aksi teror tersebut, Bank Indonesia (BI) memutuskan memotong suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 7,25%. Hal ini akan menguntungkan bagi hasil produk investasi.
" Respon masyarakat cukup positif, apalagi saat itu juga tingkat bunga turun 25 basis poin, jadi bisa meredam," jelasnya.
Hanif menilai, yang perlu dikhawatirkan bukanlah isu terorisme, melainkan kondisi harga minyak dan komoditas, serta situasi ekonomi di China. Dengan penurunan harga minyak dan komoditas, penerimaan pajak diperkirakan cenderung berkurang.
Hasilnya, proyek-proyek infrastruktur yang bisa menjadi underlying asset penerbitan sukuk gagal dibangun.
" Yang terjadi saat ini, harga minyak dan situasi di China. Harga minyak memengaruhi pendapatan negara, pajak, untuk membiayai negara dan proyek-proyeknya, lalu tax amnesty, kalau berhasil (diberlakukan), pelan-pelan duitnya masuk," tandasnya.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya