Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selama kurun waktu Januari sampai dengan 29 Desember 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif untuk 15 seri Sukuk Korporasi dengan total nilai sebesar Rp3,17 triliun. Pada periode yang sama, terdapat 4 seri Sukuk Korporasi yang jatuh tempo dengan total nilai Rp 480 miliar.
Berdasarkan data dari OJK, Rabu, 30 Desember 2015, secara kumulatif, sampai dengan 29 Desember 2015 tercatat telah terdapat 86 Sukuk Korporasi dengan total nilai emisi mencapai Rp 16,13 triliun. Selain itu pada periode yang sama terdapat 46 seri sukuk korporasi outstanding dengan dengan nilai outstanding sebesar Rp 9.80 triliun.
Dibandingkan data akhir tahun 2014, jumlah Sukuk Korporasi outstanding per tanggal 29 Desember 2015 meningkat sebesar 31,43% dan total nilai Sukuk Korporasi outstanding meningkat 37,78%.
Dari sisi proporsi di pasar Efek surat utang dan sukuk, jumlah Sukuk Korporasi outstanding mencapai 11,14% dari total jumlah 413 Obligasi Korporasi dan Sukuk Korporasi outstanding.
Jika dilihat dari nilai nominal, proporsi Sukuk Korporasi outstanding per tanggal 29 Desember 2015 mencapai 3,91% dari total nilai Obligasi Korporasi dan Sukuk Korporasi outstanding sebesar Rp 250,5 triliun.
Tidak jauh berbeda dengan kinerja sukuk, reksadana syariah pun mengalami pergerakan positif tahun ini. Hingga 28 Desember 2015, OJK telah memberikan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dari 19 Reksa Dana Syariah.
Sampai dengan 28 Desember 2015 terdapat 92 Reksa Dana Syariah yang aktif, yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 24,32% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 yang hanya sejumlah 74 Reksa Dana Syariah.
Pada periode yang sama, total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana Syariah mencapai Rp10,96 triliun, menurun 2,49% dari NAB akhir tahun 2014 sebesar Rp11,24 triliun.
Dari total jumlah Reksa Dana yang aktif saat ini (1.091 Reksa Dana), proporsi jumlah Reksa Dana Syariah kini telah mencapai 8,43% dari total Reksa Dana yang aktif tersebut. Adapun proporsi NAB Reksa Dana Syariah kini telah mencapai 4,05% dari total NAB Reksa Dana aktif sebesar Rp270,84 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya